Ratusan Warga Sultan Daulat Demo PT Asdal
Ratusan warga Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam menggelar aksi demonstrasi ke areal perkebunan PT Asdal Prima Lestari
Pantauan Serambi di lapangan, para pendemo yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, pemuda dan LSM itu memasang tenda persis di depan pintu gerbang PT Asdal sehingga hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua.
Selain itu, pendemo yang dikawal sekitar 150 personel polisi itu juga menyandera dua kendaraan milik PT Asdal sebagai jaminan perusahaan tersebut untuk merealisasikan janji-janjinya. Dua truk yang disandera masing-masing armada untuk karyawan serta anak sekolah. Salah satu truk yang disandera adalah BL 8582 R.
Koordinator aksi yang juga ketua LSM Lepasp, Andong Maha menyatakan penyanderaan dua truk milik PT Asdal tidak mengganggu karena perusahaan tersebut masih ada sejumlah truk lainnya. “Cuma dua truk yang kami sandera, kendaraan mereka masih banyak kok jadi tidak akan menganggu,” kata Andong.
Dalam orasinya, massa menuntut agar PT Asdal yang merupakan perkebunan tertua di Kota Subulussalam segera merealiasikan sejumlah jani-janjinya seperti bantuan 25.000 keping batu bata ke Masjid Jambi Baru, dana pembangunan Masjid Desa Suka Maju, pengembalian uang senilai Rp 70 juta, dan humas perusahaan diangkat dari masyarakat setempat.
Selain itu, pendemo juga menuntut agar PT Asdal mengembalikan lahan masyarakat yang diklaim telah digarap oleh perusahaan tersebut, serta meminta pertanggungjawaban dari Humas PT Asdal, Johan yang dilaporkan melakukan pemukulan terhadap warga Desa Lae Langge akhir 2011 lalu.
Warga juga menilai kalau dari 5.047 Ha luas HGU dan diklaim hanya 1.955 Ha produktif oleh perusahaan, hanya akal-akalan saja. “PT Asdal pembohong, usir Edison, usir Edison,” teriak warga dalam yelyelnya.
Di tengah aksi demo yang mulai memanas, pihak kepolisian yang melakukan pengawalan terpaksa mengamankan Humas PT Asdal, Johan guna menghindari hal-hal tak diinginkan. Pasalnya, sang humas masih nekat berdiri di hadapan para pendemo, padahal ia, menurut warga, telah melakukan pemukulan terhadap masyarakat.
Berdasarkan catatan Serambi, sengketa perkebunan PT Asdal dengan masyarakat sekitar sudah lama mengemuka namun tidak pernah ada penyelesaian. Berbagai persoalan yang menjadi pemicu konflik seperti masalah sengketa lahan, UMR, rekrutmen tenaga kerja, Jamsostek karyawan, CSR serta sejumlah persoalan lain. Masalah ini sendiri sebelumnya sudah pernah dimediasi oleh komisi B DPRK Subulussalam namun tetap tidak ada realisasi sehingga puncaknya masyarakat menggelar aksi demonstrasi.(kh)