Bulog Meulaboh Gelar OP 2.000 Ton Beras
Kamis, 26 Januari 2012 09:03 WIB
Berita Terkait
- DPRK Sesalkan Harga Tebus Raskin Mahal
- Di Simeulue, Penerima Raskin 11.407 KK
- Gudang Bulog Blangpidie Penuh
- Berkurang, Jumlah Penerima Raskin di Abdya
- Sagu Lamun-Lamun, Makanan Alternatif Pengganti Beras
- Jatah Raskin di Aceh Besar Dikurangi
- Harga Gabah Naik Rp 300 di Agara
- Bulog Tambah Distribusi Raskin Tahun Ini
- Dua Kecamatan Galus belum Tebus Raskin
- Belum Panen Raya, Pengadaan Beras Bulog Rendah
MEULABOH – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional Meulaboh, Rabu (25/1) menggelar operasi pasar (OP) di empat kabupaten dalam wilayah kerjanya yang dimulai di Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Aceh Barat. OP sebanyak 2.000 ton beras itu dilakukan dalam rangka menurunkan harga beras yang mengalami kenaikan sehingga diharapkan harga dapat kembali stabil dan persediaan beras kembali normal.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Meulaboh, M Junaidi kepada Serambi, mengatakan, operasi pasar dilakukan di empat kabupaten, meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue. “Operasi perdana kita lakukan hari ini di Meulaboh dan berlanjut ke kabupaten dalam wilayah kerja kita dengan jumlah total beras yang kita lakukan operasi sebanyak 2.000 ton,” kata Junaidi.
Menurut Junaidi, harga beras di OP disubsidi sebesar Rp 1.000 per kilogram. aat ini rata-rata harga beras di pasaran sekitar Rp 7.800/kg, sedangkan di OP Bulog dijual seharga Rp 6.800/kg.
Junaidi mengatakan, OP Bulog akan terus dilakukan hingga harga jual beras di tingkat pedagang pengecer bisa stabil serta bisa tertolong masyarakat dengan harga yang dijual jauh lebih murah. Di samping itu, kata Junaidi, Bulog menjalin kerja sama dengan kios yang menjual beras dengan menjual harga murah sesuai harga ditetapkan Bulog serta tidak dilarang dioplos yakni di kios akan ditempelkan harga jual beras Rp 6.800/kg.(riz)
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Meulaboh, M Junaidi kepada Serambi, mengatakan, operasi pasar dilakukan di empat kabupaten, meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue. “Operasi perdana kita lakukan hari ini di Meulaboh dan berlanjut ke kabupaten dalam wilayah kerja kita dengan jumlah total beras yang kita lakukan operasi sebanyak 2.000 ton,” kata Junaidi.
Menurut Junaidi, harga beras di OP disubsidi sebesar Rp 1.000 per kilogram. aat ini rata-rata harga beras di pasaran sekitar Rp 7.800/kg, sedangkan di OP Bulog dijual seharga Rp 6.800/kg.
Junaidi mengatakan, OP Bulog akan terus dilakukan hingga harga jual beras di tingkat pedagang pengecer bisa stabil serta bisa tertolong masyarakat dengan harga yang dijual jauh lebih murah. Di samping itu, kata Junaidi, Bulog menjalin kerja sama dengan kios yang menjual beras dengan menjual harga murah sesuai harga ditetapkan Bulog serta tidak dilarang dioplos yakni di kios akan ditempelkan harga jual beras Rp 6.800/kg.(riz)
Editor : bakri
