Penembakan di Aceh
Penembak dari Utara Aceh
Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi pelaku penembakan dan pemberondongan yang terjadi di beberapa wilayah Aceh sejak akhir 2011
“Polisi saat ini masih melakukan pengintaian. Kita sudah mapping (pemetaan) siapa-siapa pelakunya, mungkin dalam waktu dekat kita akan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang melakukan pembunuhan secara sadis itu,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Sutarman di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (25/1). Sutarman hadir ke Hotel Sultan mengikuti seminar nasional bertema `Evaluasi Pemilihan Umum Kepala Daerah’ yang dilaksanakan Mahkamah Konstitusi (MK).
Pihak kepolisian, kata Kabareskrim akan berupaya sekuat tenaga untuk secepatnya mengungkap kasus penembakan misterius yang marak terjadi di Aceh belakangan ini. “Kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku-pelakunya sehingga proses pemilukada di Aceh bisa berjalan tanpa ada tekanan dari manapun,” tandasnya.
Sutarman pun sedikit membuka identitas pelaku. Menurutnya, pelaku penembakan tersebut berasal dari wilayah Aceh Utara. “Yang jelas di daerah-daerah utara: Aceh Utara, Lhokseumawe dan sebagainya,” ungkap Sutarman.
Terkait pilkada
Kabareskrim Polri memastikan rangkaian penembakan di Aceh terkait Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), bukannya sekadar kasus kriminal belaka.
“Saya tidak bisa jelaskan banyak (kasus tersebut), pokoknya ada kelompok-kelompok tertentu karena ini masih dalam penyelidikan. Yang jelas ada kaitannya dengan pemilukada,” kata Sutarman.
Sutarman enggan membeberkan pelaku penembakan di Aceh yang terkait penyelenggaraan pemilukada. “Kalau saya sampaikan di sini, mungkin lari nanti. Saya kira mohon waktunya, mohon berikan kesempatan pada kita untuk melakukan penindakan,” demikian Kabareskrim Polri.(tribunnews/nas)