SDN Kualasimpang
Rio, Jadi Rebutan Sekolah Internasional
Davin Rio Tanada, murid kelas VI SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, menjadi rebutan sejumlah sekolah internasional di Pulau Jawa
Panggilannya Rio, ia merupakan anak tunggal dari Amin, seorang pedagang grosir di Kota Kuala Simpang. Pembawaanya serba cuek, terkesan tidak peduli dengan apa pun.
Namun, di balik kecuekan itu ternyata murid yang lahir 11 tahun yang lalu, tepatnya di Kota Medan, 9 September 2001, mampu mengatur dan mendisiplinkan waktu bagi dirinya.
Murid berkulit putih ini juga tidak hobi bermain, seperti yang dilakukan anak-anak seusianya. Bagi Rio belajar adalah bermain usai pulang sekolah, sebentar Rio belajar, setelah itu nonton tv, dan kembali lagi belajar, rutinitas ini yang dilakukan setiap harinya. Wajar jika di kelas ia selalu juara.
Murid yang bercita-cita ingin jadi dokter ini, tiga tahun berturut-turut sejak 2009–2011, juara OSN mata pelajaran matematikan di Aceh, dan dua kali juara OSN mata pelajaran matematikan tingkat nasional di Medan, Sumatera Utara, dan di Menado tahun 2011.
Pascameraih mendali perunggu tingkat nasional tahun 2011, sejumlah tawaran beasiswa agar melanjutkan pendidikan menengah pertama di sekolah internasional di Pulau Jawa, terus berdatangan. Seperti Yogyakarta, Banten, dan Jakarta.
Namun saat ini, Amin orang tuanya tetap menginginkan agar anaknya melanjutkan pendidikan di sekolah berkualitas di Aceh. Ini dimaksudkan agar Rio dapat terus mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan orang tua untuk prestasi Rio juga dicurahkan orang tuanya, setiap Jumat sore. Amin meminta izin kepada guru agar setiap sabtu, Rio diberikan dispensasi tidak masuk sekolah, namun belajar les khusus di Kota Medan, Sumatera Utara. (muhammad nasir)