Baitul Mal Salurkan 19 Becak
Jumat, 27 Januari 2012 09:49 WIB

Kepala Baitul Mal Aceh (BMA), Mathin Desky memakaikan helm kepada seorang mustahik penerima becak mesin di halaman Kantor BMA, Banda Aceh, Rabu (25/1). SERAMBI/AZMINURTI THURSINA
Berita Terkait
- Baitul Mal Langsa Salurkan Beasiswa
- Tim Komite Temukan Rumah Baitul Mal Asal jadi
- Baitul Mal Aceh Besar Bangun Komplek Formula
- Baitul Mal Salurkan Modal untuk 84 Pedagang
- Anggota DPRK Persoalkan Rumah Baital Mal Aceh
- Illiza Lantik Pengawas Baitul Mal
- Baitul Mal Bantu Petani Miskin
- Baitul Mal Aceh Timur Salurkan ZIS
- Baitul Mal Pijay Gelar Seminar Zakat
- Rumah Zakat Persiapkan Kado Cinta untuk Bunda
* Untuk Mustahik di Banda Aceh dan Aceh Besar
BANDA ACEH - Unit Pengelola Zakat Produktif (UPZP) Baitul Mal Aceh (BMA) kembali menyalurkan pinjaman modal usaha sektor becak mesin dan barang, kepada 19 mustahik di Banda Aceh dan Aceh Besar. Bantuan yang diberikan berupa 12 becak penumpang seharga masing-masing Rp 15.293.000 dan tujuh becak barang masing-masing seharga Rp 14.193.000.
Kepala BMA, Marthin Desky mengatakan sejak awal beroperasi, BMA telah menyiapkan program zakat produktif dengan fokus penyaluran kepada empat sektor, yaitu peternakan, pertanian, perdagangan, dan pengadaan becak mesin.
“Sampai saat ini total zakat produktif yang bergulir mencapai Rp 6,7 miliar,” sebut Marthin Desky usai kegiatan penyerahan 19 becak kepada para mustahik di halaman Kantor BMA, Rabu (25/1).
Untuk program becak amanah sendiri, lanjut dia BMA telah menyerahkan 20 becak penumpang dan sembilan becak barang kepada 29 mustahik. Jumlah dana yang telah disalurkan untuk program becak amanah mencapai Rp 435.876.000. Sedang untuk sektor perdagangan Rp 1,2 miliar, dan sektor pertanian BMA telah menyalurkan Rp 391 juta kepada 120 mustahik.
Kepala UPZP, Rizky Aulia menyebutkan jumlah zakat produktif yang disalurkan dari tahun ke tahun terus meningkat. Kepada mustahik yang amanah dan telah mengembalikan pinjaman tahap berikutnya akan dipermudah untuk mendapatkan pinjaman lagi.
“Penerima zakat produktif harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan UPZP. Syarat utama haruslah berasal dari keluarga miskin, punya potensi usaha atau pengalaman awal bertani, beternak, punya komitmen mengembalikan dana dalam periode satu tahun,” sebut Rizky.
Tahun ini, katanya lagi, UPZP BMA akan ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). “Melalui lembaga yang baru terbentuk ini, zakat, infaq, dan sedekah yang masuk ke BMA akan dikelola lebih profesional dengan tenaga yang telah terlatih,” info Rizky. (ami)
BANDA ACEH - Unit Pengelola Zakat Produktif (UPZP) Baitul Mal Aceh (BMA) kembali menyalurkan pinjaman modal usaha sektor becak mesin dan barang, kepada 19 mustahik di Banda Aceh dan Aceh Besar. Bantuan yang diberikan berupa 12 becak penumpang seharga masing-masing Rp 15.293.000 dan tujuh becak barang masing-masing seharga Rp 14.193.000.
Kepala BMA, Marthin Desky mengatakan sejak awal beroperasi, BMA telah menyiapkan program zakat produktif dengan fokus penyaluran kepada empat sektor, yaitu peternakan, pertanian, perdagangan, dan pengadaan becak mesin.
“Sampai saat ini total zakat produktif yang bergulir mencapai Rp 6,7 miliar,” sebut Marthin Desky usai kegiatan penyerahan 19 becak kepada para mustahik di halaman Kantor BMA, Rabu (25/1).
Untuk program becak amanah sendiri, lanjut dia BMA telah menyerahkan 20 becak penumpang dan sembilan becak barang kepada 29 mustahik. Jumlah dana yang telah disalurkan untuk program becak amanah mencapai Rp 435.876.000. Sedang untuk sektor perdagangan Rp 1,2 miliar, dan sektor pertanian BMA telah menyalurkan Rp 391 juta kepada 120 mustahik.
Kepala UPZP, Rizky Aulia menyebutkan jumlah zakat produktif yang disalurkan dari tahun ke tahun terus meningkat. Kepada mustahik yang amanah dan telah mengembalikan pinjaman tahap berikutnya akan dipermudah untuk mendapatkan pinjaman lagi.
“Penerima zakat produktif harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan UPZP. Syarat utama haruslah berasal dari keluarga miskin, punya potensi usaha atau pengalaman awal bertani, beternak, punya komitmen mengembalikan dana dalam periode satu tahun,” sebut Rizky.
Tahun ini, katanya lagi, UPZP BMA akan ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). “Melalui lembaga yang baru terbentuk ini, zakat, infaq, dan sedekah yang masuk ke BMA akan dikelola lebih profesional dengan tenaga yang telah terlatih,” info Rizky. (ami)
Editor : bakri
