Belajar Disiplin di Politeknik Caltex Riau
Jumat, 27 Januari 2012 09:50 WIB

Mulia Ulfa
Oleh Mulia Ulfa, Alumni Politeknik Caltex Riau
Politeknik Caltex Riau (PCR), adalah salah satu kampus di Rumbai, Pekanbaru yang didirikan PT Chevron Pacific Indonesia. PCR menjadi salah satu politeknik terbaik di Sumatera. PCR dikenal dengan slogan “Disiplin, Kebersamaan, dan Cinta Lingkungan”. Dalam menerapkan kedisiplinan, kampus ini memang tidak main-main.
Tahun 2008 hingga 2011, saya berkesempatan untuk menimba ilmu di kampus ini. Ada beberapa hal mengenai kedisiplinan, yang diterapkan di kampus PCR. Pertama, disiplin waktu. Hampir seluruh mahasiswa dan dosen PCR, memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Mahasiswa yang terlambat 15 menit dari jam masuk, tak diperbolehkan masuk ruang kelas. Jikapun boleh, ia tidak diperkenankan mengisi absensi hari itu. Hal itu juga berlaku bagi dosen. Jika dosen tidak datang selama lebih dari 15 menit (tanpa pemberitahuan), maka mahasiswa diizinkan untuk meninggalkan ruang kelas. Hal ini membuat mahasiswa merasa diperlakukan adil dalam hal waktu belajar dan mengajar.
Kedua, disiplin dalam pengumpulan tugas (laporan praktikum dan tugas-tugas teori). Tugas yang diberikan, harus benar-benar dikumpulkan pada waktu yang telah disepakati. Dosen tidak akan menerima tugas yang dikumpulkan di luar batas waktu tersebut.
Terakhir, disiplin berpakaian. Mahasiswa/i di kampus PCR tidak boleh mengenakan rok pendek di atas lutut, celana jeans ketat dan mengecil pada bagian pergelangan kaki (celana pensil), baju kaus dan sandal. Hal ini berlaku bagi mahasiswa/i muslim maupun non muslim.
Awalnya, banyak yang tidak setuju dengan peraturan ini, namun lama kelamaan, mahasiswa/i ini menjadi terbiasa untuk berpakaian sopan ketika berangkat ke kampus. Saya sangat mengharapkan mahasiswa/i yang ada di perguruan tinggi di Aceh, juga dapat berpakaian sopan ketika berangkat ke kampus.
Apalagi Aceh dikenal dengan penerapan syariat Islam. Jika mahasiswa muslim dan non muslim di kampus PCR saja menerima peraturan seperti ini dengan lapang dada, kita juga pasti bisa menerapkan kedisiplinan yang sama.
Begitulah kira-kira gambaran kedisiplinan yang saya dapat ketika menuntut ilmu di sana. Semoga kampus-kampus kita di Aceh, juga memiliki kedisiplinan yang sama atau bahkan lebih baik lagi. Sehingga menghasilkan lulusan-lulusan yang berdisiplin tinggi.
* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Politeknik Caltex Riau (PCR), adalah salah satu kampus di Rumbai, Pekanbaru yang didirikan PT Chevron Pacific Indonesia. PCR menjadi salah satu politeknik terbaik di Sumatera. PCR dikenal dengan slogan “Disiplin, Kebersamaan, dan Cinta Lingkungan”. Dalam menerapkan kedisiplinan, kampus ini memang tidak main-main.
Tahun 2008 hingga 2011, saya berkesempatan untuk menimba ilmu di kampus ini. Ada beberapa hal mengenai kedisiplinan, yang diterapkan di kampus PCR. Pertama, disiplin waktu. Hampir seluruh mahasiswa dan dosen PCR, memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Mahasiswa yang terlambat 15 menit dari jam masuk, tak diperbolehkan masuk ruang kelas. Jikapun boleh, ia tidak diperkenankan mengisi absensi hari itu. Hal itu juga berlaku bagi dosen. Jika dosen tidak datang selama lebih dari 15 menit (tanpa pemberitahuan), maka mahasiswa diizinkan untuk meninggalkan ruang kelas. Hal ini membuat mahasiswa merasa diperlakukan adil dalam hal waktu belajar dan mengajar.
Kedua, disiplin dalam pengumpulan tugas (laporan praktikum dan tugas-tugas teori). Tugas yang diberikan, harus benar-benar dikumpulkan pada waktu yang telah disepakati. Dosen tidak akan menerima tugas yang dikumpulkan di luar batas waktu tersebut.
Terakhir, disiplin berpakaian. Mahasiswa/i di kampus PCR tidak boleh mengenakan rok pendek di atas lutut, celana jeans ketat dan mengecil pada bagian pergelangan kaki (celana pensil), baju kaus dan sandal. Hal ini berlaku bagi mahasiswa/i muslim maupun non muslim.
Awalnya, banyak yang tidak setuju dengan peraturan ini, namun lama kelamaan, mahasiswa/i ini menjadi terbiasa untuk berpakaian sopan ketika berangkat ke kampus. Saya sangat mengharapkan mahasiswa/i yang ada di perguruan tinggi di Aceh, juga dapat berpakaian sopan ketika berangkat ke kampus.
Apalagi Aceh dikenal dengan penerapan syariat Islam. Jika mahasiswa muslim dan non muslim di kampus PCR saja menerima peraturan seperti ini dengan lapang dada, kita juga pasti bisa menerapkan kedisiplinan yang sama.
Begitulah kira-kira gambaran kedisiplinan yang saya dapat ketika menuntut ilmu di sana. Semoga kampus-kampus kita di Aceh, juga memiliki kedisiplinan yang sama atau bahkan lebih baik lagi. Sehingga menghasilkan lulusan-lulusan yang berdisiplin tinggi.
* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor : bakri
