Pencurian Kendaraan Bermotor di Aceh Barat Kian Parah
Jumat, 27 Januari 2012 08:29 WIB
Berita Terkait
- Napi Pencurian Dipergoki Bobol Tabungan Masjid LP
- Becak Pancuri Kameng Digantung di Pohon Asam
- Maling Bobol Sekolah
- Pencopet Babak Belur Dihajar Massa
- Emas yang Dirampok Senilai Rp 260 Juta
- Pencuri Dompet Dipaksa Pakai Baju Tahanan
- Komputer SDN 5 Digondol Maling
- Pencuri Kambing Dibekuk, Sepeda Motor Dirusak
- Maling Larikan CPU dan Proyektor SMP
- Penjarah Ber-Avanza Bongkar Ruko di Lueng Putu
MEULABOH - Aksi pencurian sepeda motor di Aceh Barat kian parah. Disinyalir, aksi pencurian dilakukan sindikat yang memiliki jaringan. Bahkan, kejahatan tersebut dilakukan xecara terang-terangan. Maling berani mencuri kendaraan yang terparkir di depan rumah warga serta di lokasi publik lainnya.
Maraknya kejahatan tersebut ditindaklanjuti polisi dengan mengeluarkan imbauan kepada warga. Polisi meminta, masyarakat waspada dengan aksi pencurian kendaraan ini. “Dari banyaknya pelaku yang kami tangkap, sebagian besar merupakan residivis atau pemain lama,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto Sik kepada Prohaba, kemarin.
Dia merincikan, aksi kejahatan itu kebanyakan dilakukan para pengangguran yang membutuhkan uang. Mereka pun nekat mencuri kendaraan di temopat umum. Apalagi, kini hasil kejahatan itu mudah dijual karena telah ada jaringan penadah.
Untuk menghindari aksi kejahatan itu, Artanto meminta seluruh masyarakat di Aceh Barat memasang kunci ekstra pada kendaraan masing-masing. Dengan demikian, keselamatan harta benda masyarakat bisa terjamin dengan baik.
Pada kesempatan itu, Artanto juga menjelaskan, para pelaku yang ditangkap polisi masih terus diperiksa. Hingga kemarin, polisi terus menyelidiki kasus itu, sekaligus bermaksud membongkar sindikat pencurian sepeda motor yang selama ini meresahkan masyarakat.(edi)
Maraknya kejahatan tersebut ditindaklanjuti polisi dengan mengeluarkan imbauan kepada warga. Polisi meminta, masyarakat waspada dengan aksi pencurian kendaraan ini. “Dari banyaknya pelaku yang kami tangkap, sebagian besar merupakan residivis atau pemain lama,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto Sik kepada Prohaba, kemarin.
Dia merincikan, aksi kejahatan itu kebanyakan dilakukan para pengangguran yang membutuhkan uang. Mereka pun nekat mencuri kendaraan di temopat umum. Apalagi, kini hasil kejahatan itu mudah dijual karena telah ada jaringan penadah.
Untuk menghindari aksi kejahatan itu, Artanto meminta seluruh masyarakat di Aceh Barat memasang kunci ekstra pada kendaraan masing-masing. Dengan demikian, keselamatan harta benda masyarakat bisa terjamin dengan baik.
Pada kesempatan itu, Artanto juga menjelaskan, para pelaku yang ditangkap polisi masih terus diperiksa. Hingga kemarin, polisi terus menyelidiki kasus itu, sekaligus bermaksud membongkar sindikat pencurian sepeda motor yang selama ini meresahkan masyarakat.(edi)
Editor : bakri
