Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

15 Perusahan Tiga tahun Ekplorasi Emas di Geumpang

Sabtu, 28 Januari 2012 10:07 WIB

SIGLI - Sebanyak 15 perusahaan tambang emas hingga kini masih melakukan eksplorasi (penelitian) terhadap potensi kandungan emas di kawasan pergunungan Geumpang, Pidie. Bahkan, dari sebagian besar perusahaan itu sudah toga tahun mengeksploarsi, tapi mengaku belum tahu tentang kandaungan emas tersebut.

“15 perusahaan tambang emas itu masing mengantongi izin eksplorasi di Geumpang. Izin yang diberikan tersebut berfariasi. Ada yang hanya sampai 2012 dan 2015,” kata Kepala Bidang Pertambangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Teuku Irwansyah SE, kepada Serambi, Jumat (27/1).

Ia merincikan ke 15 perusahan tambang emas tersebut adalah PT Geumpang Tangse Mineral. Lalu, PT Glee Rinder Pratama, PT Gamana Citra Agung, PT Tangse Gunong Pusaka, PT Mewas Kuasa Pertambangan, PT Woyla Aceh Mineral, PT Bayu Komana Karya, PT Bayu Nyohoka, PT Parabita Sanu Setia, PT Krueng Bajikan, PT Magallanic GK, PT Banda Raya Parasidiso, PT Halimon Meugah Raya, PT Delima Mineral dan PT Glee Aceh Makmu.

T Irwansyah menjelaskan, hingga kini potensi kandungan emas belum ditemukan berapa kandungan emas yang sedang dilakukan eksplorasi tersebut. Namun, Dinas Perindagkop Pidie berjanji akan menyurati perusahaan tersebut untuk melakukan presentasi terhadap hasil eksplorasi selama ini. “Perusahaan tambang tersebut sudah pernah satu kali memaparkan hasil eksplorasi yang dilaksanakan awal tahun 2011 di gedung Pertemuan Pidie. Kala itu, hasil paparan mereka tidak menemukan potensi kandungan emas,” kata T Irwansyah.

Saat ini, katanya, Disperidagkop sedang menyusun jadwal pertemuan dengan sejumlah perusahaan tambang. Jadwal pertemuan belum jelas, tapi wacana meminta mereka memaparkan hasil eksplorasi tersebut. Selain itu, kata T Irwansyah, jika izin yang diberikan telah habis, Pemkab Pidie akan mengevaluasi kinerja perusahaan tersebut. “Ya, kita melihat apakah izin bisa diperpanjang ataupun tidak, tergantung hasil evaluasi nanti,” katanya.

Menyangkut tambang rakyat yang kini menjamur, kata T Irwansyah, saat ini belum mampu dilakukan penertiban karena harus melihat areal tersebut

ada kandungan emas. Bahkan, kata dia, secara aturan lahan tersebut bisa diberikan izin kepada warga seluas 25 hektare.(naz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas