Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Mencontoh Pembuatan Burger Pakan Kambing

Sabtu, 28 Januari 2012 10:06 WIB

Mencontoh Pembuatan Burger Pakan Kambing
Ahmad Ma'ruf, salah seorang pemerhati kelompok tani dan koperasi yang mendampingi para pengurus koperasi Kabupaten Nagan Raya dan Pidie, melakukan studi banding ke Kelompok Tani Surya Gemilang, di Dusun Piyungan Barat, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memperlihatkan burger pakan ternak hasil olahan kelompok tani tersebut. Foto direkam Selasa (17/1). SERAMBI/MAHYADI
Laporan Mahyadi (2 Habis)

Perjalanan rombongan studi banding pengurus koperasi dari Kabupaten Nagan Raya dan Pidie, selama sepekan di beberapa daerah di pulau Jawa, bukan hanya melihat keberhasilan koperasi yang ada di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta dan Lembang Bandung, Jawa Barat. Namun salah satu agenda perjalanan studi banding, menilik keberhasilan kelompok tani Surya Gemilang yang berlokasi di Dusun Piyungan Barat, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kelebihan kelompok tani ini, meski baru berdiri secara formal pada 26 Juni 2011 lalu, namun dengan menerapkan sistem pertanian terpadu dengan menggambungkan kegiatan pertanian (tanaman padi) peternakan dan perikanan sehingga kelompok tani ini dikenal memiliki kinerja yang cukup bagus. Bahkan saat ini telah menjadi perhatian pemerintah pusat termasuk dengan hadirnya Wakil Presiden RI, Boediono ke kelompok tani itu pada Nopember 2011 lalu.

Salah satu yang menarik perhatian rombongan studi banding  di kelompok tani itu, yakni cara pembuatan burger untuk pakan ternak. Burger pakan ternak ini, bukan seperti burger yang terbuat dari roti dan berisi daging serta sayuran. Burger yang dibuat oleh Kelompok Tani Surya Gemilang, di Dusun Piyungan Barat, Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, terbuat rumput hijauan, rumput gajahan, kolonjon, rumput signal dan jerami.

Dicampur tepung jagung ampas tahu, kulit singkong, kulit kacang kedelai, tepung ikan, mineral, EM nanas, tetes tebu dan biofit (saus burger pakan). “Pengembangan burger ternak ini, awalnya bertujuan bagaimana mengembangkan ternak namun dengan biaya yang tidak terlalu besar,” kata Ketua Kelompok Tani Surya Gemilang, Nur Ardiyanto, kepada para pengurus koperasi asal Nagan Raya dan Pidie, yang melakukan studi banding ke daerah itu.

Menurut Nur Ardiyanto, dengan adanya burger pakan ternak ini, sehingga para peternak tidak perlu harus mencari rumput setiap hari untuk pakan ternak. Karena, untuk sekali buat pakan ternak cukup untuk beberapa hari, sehingga para peternak berkesempatan untuk menggarap lahan kebun maupun sawahnya dan berusaha di bidang lain. Bahan-bahan untuk membuat burger pakan ternak ini, bersumber dari limbah pertanian perkebebunan seperti bonggol jagung, jerami, jenggel jagung, kulit kacang. Dan limbah argroindustri yang bisa dimanfaatkan sebagai campuran seperti ampas tahu dan ampas kacang. Sedangkan bahan campuran dari limbah rumah tangga dan sampah organik seperti limbah restoran, sayuran dan sampah organik.

“Setelah bahan-bahan tadi dicampur dan diaduk, dibiarkan selama 3-7 hari untuk proses permentasi. Sedangkan ciri-ciri burger pakan ternak telah jadi yakni muncul bau harum bercampur asam, tidak tumbuh jamur, tidak terdapat binatang/serangga intruder, warna segar, tidak jauh berbeda dengan warna aslinya,” papar Nur Ardiyanto.

Sementara itu, kelompok tani Surya Gemilang, dalam melaksanakan kegiatannya mendapatkan pendampingan dari Pimpinan Pusat Muhammdiyah, sehingga dalam aktifitasnya anggota kelompok mendapatkan bimbingan secara langsung mengenai budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Bukan hanya cara membuat burger pakan ternak yang dilakoni oleh kelompok tani Surya Gemilang, namun saat ini beberapa usaha yang dijalankan kelompok tani itu antara lain, usaha peternakan domba merino secara kelompok, usaha ikan lele, usaha cacing, usaha padi organik dan layanan pelatihan.

Studi banding pengurus koperasi dari dua kabupaten di Provinsi Aceh ini, ke Pulau Jawa, merupakan bagian dari program Proyek Ekonomi Sosial Aceh Terpadu (PESAT) yang dijalankan oleh Canadian Co-operative Association (CCA) bermitra dengan lembaga lokal yaitu Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Aceh (PASKA).

Sedangkan PESAT merupakan Sub Proyek dari Economic Development Financing Facilitty (EDFF) yang didanai oleh Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dari hibah Multi Donor Fund (MDF). Selain pengurus koperasi, kegiatan studi banding juga melibatkan beberapa orang dari unsur pemerintah, seperti dari Dinas Koperasi dan Bappeda Nagan Raya, serta Dinas Koperasi dan Bappeda Kabupaten Pidie.(*)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas