Lapena Gelar Lomba Baca Puisi Karya Zhu
Minggu, 29 Januari 2012 09:43 WIB
Berita Terkait
- Guru Honorer Swasta Tuntut Peluang PNS
- Seleksi Guru Kontrak Abdya Tiga Tahap
- Mata dan Matahari
- Surat untuk Sahabat Tua
- 2.698 Guru di Kemenag belum Miliki NRG
- SMAN 4 Banda Aceh Juara Musikalisasi Puisi
- 40 Guru Agama Ikut Workshop
- Kepsek tak Tahu Guru Dipindah
- Sekjen LSM Aceh Penduli Pendidikan
- Pendiri Sekolah dan Guru Terpencil Terima Penghargaan
BANDA ACEH - Lapena Banda Aceh akan menggelar lomba baca puisi karya penyair wanita Aceh, Zubaidah Djohar, 2-3 Februari mendatang. Lomba yang dikhususkan untuk peserta usia 15 tahun ke atas itu akan digelar di Jambo Kupi Apa Kaoy, Lampaseh Kota, Banda Aceh.
Zubaidah Djohar adalah penyair Aceh yang kini menetap di Canberra, Australia. Para peserta lomba itu nantinya akan membacakan 13 puisi karya Zhu (panggilan Zubaidah) yang termaktub dalam buku “Pulang Melawan Lupa”.
Koordinator lomba, Erwinsyah kepada Serambi Sabtu (28/1) mengatakan, pendaftaran sudah dibuka sejak 21 Januari dan ditutup 31 Januari. Lomba yang digelar Lapena bekerja sama dengan Pentasagoe Jambo Kupi Apa Kaoy, memperebutkan total hadiah uang tunai sekitar Rp 5 juta.
Sementara itu, Zhu didampingi Divisi Penerbitan Lapena, D Kemalawati, mengatakan, 13 puisi karyanya itu mayoritas tentang renungan terhadap ketidakadilan yang kerap terjadi di masyarakat. Menurut Zhu, perenungan, penting bagi setiap orang agar hidupnya lebih tenang dan terarah.
“Puisi-puisi ini saya tulis pada saat saya menjadi fasilitator perdamaian dan kemanusiaan untuk 300 kampung di Aceh. Itu semasa saya bekerja sama dengan Word Bank beberapa tahun lalu,” kata Zhu.
Zhu menyelesaikan buku analogi kumpulan puisi-puisi tersebut saat sedang menyelesaikan program doctor bidang Peace Conflic di University of Malaya (MU). Di antara puisinya yang dibacakan dalam lomba nantinya, yaitu, Oh Ini Damai Itu Tuhan, Karena Engkau Perempuan, Di Negeri Tujuh Ribu Rok, dan Geleng Rapa’i Geleng.(c47)
Zubaidah Djohar adalah penyair Aceh yang kini menetap di Canberra, Australia. Para peserta lomba itu nantinya akan membacakan 13 puisi karya Zhu (panggilan Zubaidah) yang termaktub dalam buku “Pulang Melawan Lupa”.
Koordinator lomba, Erwinsyah kepada Serambi Sabtu (28/1) mengatakan, pendaftaran sudah dibuka sejak 21 Januari dan ditutup 31 Januari. Lomba yang digelar Lapena bekerja sama dengan Pentasagoe Jambo Kupi Apa Kaoy, memperebutkan total hadiah uang tunai sekitar Rp 5 juta.
Sementara itu, Zhu didampingi Divisi Penerbitan Lapena, D Kemalawati, mengatakan, 13 puisi karyanya itu mayoritas tentang renungan terhadap ketidakadilan yang kerap terjadi di masyarakat. Menurut Zhu, perenungan, penting bagi setiap orang agar hidupnya lebih tenang dan terarah.
“Puisi-puisi ini saya tulis pada saat saya menjadi fasilitator perdamaian dan kemanusiaan untuk 300 kampung di Aceh. Itu semasa saya bekerja sama dengan Word Bank beberapa tahun lalu,” kata Zhu.
Zhu menyelesaikan buku analogi kumpulan puisi-puisi tersebut saat sedang menyelesaikan program doctor bidang Peace Conflic di University of Malaya (MU). Di antara puisinya yang dibacakan dalam lomba nantinya, yaitu, Oh Ini Damai Itu Tuhan, Karena Engkau Perempuan, Di Negeri Tujuh Ribu Rok, dan Geleng Rapa’i Geleng.(c47)
Editor : bakri
