Dua Warga Luar Aceh Masuk Islam
Irene Zuliana, warga asal Manado, Sulawesi Utara, dan Dewi Megawati, warga asal Medan, Sumatera Utara yang selama ini menganut
Prosesi pengucapan dua kalimah syahadat berlangsung di Mesjid Al-Ishlahiyah Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, dipimpin Imam Mesjid Al-Ishlahiyah, Tgk Muhammad Ismail. Prosesi itu turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Sekda Kota Drs T Saifuddin, Ketua MPU Kota, Kepala Kankemenag Banda Aceh Drs Ramlan, Kadis Syariat Islam Kota Drs Saed Yulizal, Sekretaris KPA-PAI Zahrol Fajri, Ketua MAA, Ketua MPD, serta anggota dari Forum Muallaf Kota Banda Aceh.
Wakil Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Komite Penguatan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Kota Banda Aceh mengatakan, proses pensyahadatan kepada kedua warga tersebut difasilitasi oleh KPA-PAI Kota Banda Aceh.
Dikatakannya lagi, ke depan pihaknya akan terus membantu dan memberdayakan para muallaf. Pemko Banda Aceh melalui KPA-PAI juga memfasilitasi pengajian secara rutin untuk tiap minggu bagi para muallaf. “Persoalan dana tidak ada kendala, karena saya telah meminta kepada Baitul Mal Kota agar mengalokasikan dana untuk membantu para muallaf ini,” ujarnya.
Menurut Illiza, setelah para muallaf ini masuk Islam, tugas kita sebagai orang Islam adalah membimbing dan menuntun mereka. Sehingga mereka merasa nyaman berada di tengah-tengah kita dan tidak merasa sebagai orang asing.
“Tugas membimbing memang cukup berat, apalagi mereka ada yang belum pandai baca Alquran, ini merupakan keharusan kita sebagai umat muslim. Jadi perlu kesabaran dalam memberikan bimbingan iman dan taqwa, serta pendidikan Iqra’ kepada saudara baru kita ini” jelasnya.(rel/th)