- Tim Kopassus Temukan "Black Box"
- Kotak Hitam Ditemukan 100 Meter dari Ekor Sukhoi
- Kotak Hitam Sukhoi Akhirnya Ditemukan
- Maling Bobol Sekolah
- Jambret Bawa Kabur Uang Tunai Puluhan Juta
- Ibu Satu Anak Alami 9 Luka Tusukan
- Pencopet Babak Belur Dihajar Massa
- Pengiriman Senjata Api Ilegal Digagalkan
- Ratusan Warga Rusak Mapolsek
- Tak Bertanggung Jawab Setelah Hamili Gadis, Oknum…
SERAMBINEWS.COM - Menjadi pengusaha online sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Tak heran bisnis online ini sangat diminati, terutama oleh orang Indonesia. "Kemudahan yang diperoleh bagi penjual online ini juga ditambah dengan kemudahan aplikasi pembuatan website yang gratis, sehingga modal usaha tergolong kecil," tukas Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia, dalam acara Multiply Online Seller Convention (MOSCon), di Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sayangnya, banyak penjual online yang ternyata belum memahami pentingnya pemahaman tata cara pembayaran barang yang dijual. Seringkali mereka hanya bergantung pada beberapa pilihan transaksi pembayaran yang disediakan di marketplace tempatnya berjualan.
Tata cara transaksi online
Ketika
menjadi seorang penjual online, sudah seharusnya Anda memahami tata
cara transaksi yang harus dilakukan oleh pembeli. Ada beberapa alasan
mengapa Anda harus mengetahui cara transaksi pembayaran barang, antara
lain:
1. Andalah yang akan ditanya oleh pembeli
Ketika
tertarik untuk membeli produk yang Anda tawarkan, Anda sebagai penjual
lah yang akan ditanya oleh pembeli tentang cara transaksi pembayaran
yang akan dilakukan. Pembeli akan mengajukan pertanyaan kepada Anda
sebagai penjual, dan bukan pada marketplace tempat Anda membuka "lapak". Meskipun sudah banyak marketplace
yang berintegrasi dengan beberapa bank nasional di Indonesia untuk
transaksi pembayaran ini, pemahaman tentang cara pembayaran yang tepat
sangat dibutuhkan oleh para penjual. Misalnya saja, penjual harus
mengetahui metode pembayaran seperti system manual offline verification, atau automatic online verification, ataupun model Buy Now dengan mengandalkan status pesanan.
2. Penjual adalah orang yang akan dikomplain pembeli.
Jika
Anda tidak mengetahui pentingnya cara pembayaran online untuk produk
Anda, dan menyerahkan semua halnya kepada bank terkait tanpa mengontrol
proses pembayaran. Maka ketika ada masalah tentang transaksi pembayaran
yang tertunda dan berakibat pada keterlambatan datangnya produk ke
tangan pembeli, maka otomatis Andalah yang akan dihubungi dan dikomplain
oleh pembeli. Hal ini disebabkan karena, si pembeli hanya memiliki
kontak dengan Anda saja, dan bukan dengan marketplace, ataupun bank tempat transaksi.
3. Menghambat proses pembayaran
Beberapa marketplace
memiliki sistem sendiri untuk urusan transaksi, sehingga meskipun
mereka sudah terintegrasi dengan bank tertentu, belum tentu proses
pembayarannya membutuhkan langkah yang sama. Seringkali ada langkah
tertentu yang harus dilakukan pembeli, misalnya melakukan verifikasi
manual setelah batal melakukan pembayaran yang akan menimbulkan
kesalahpahaman atau kendala dalam pembayaran selanjutnya. Penjual yang
tidak "kenal" dengan metode pembayaran marketplace akan memperlambat penyelesaian ketika ada pembeli yang menemui kendala dalam proses transaksi.
4. Tidak semua penjual adalah pembeli
Sebaiknya
jangan menyamaratakan pengetahuan semua orang tentang tata cara
bertransaksi online, karena tidak semua penjual adalah pembeli. Jika
semua pembeli adalah penjual online, mungkin saja mereka sudah
mengetahui tata cara pembayaran produk. Namun sayangnya di dunia online shopping tidak semua penjual adalah pembeli yang tahu proses pembayaran, dan mungkin saja pembeli ini tidak mengerti proses pembayaran.
5. Meningkatkan kepercayaan pembeli
Dengan
memahami proses pembayaran secara online, maka kredibilitas Anda
sebagai seorang penjual akan terjamin. Selain itu, jika Anda menguasai
pembayaran, pembeli akan lebih yakin bahwa Anda benar-benar serius untuk
berjualan.
