Selasa, 9 Juni 2026

Tafakur

Prasangka Buruk

Hidup ini bisa menjadi sebuah beban berat, juga bisa menjadi ringan

Tayang:
Editor: hasyim
Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa” (QS. al-Hujurat: 12).

Hidup ini bisa menjadi sebuah beban berat, juga bisa menjadi ringan.  Seringkali tergantung pada bagaimana mengelolanya, terutama mengelola hati sebagai sumbunya.  Kalau hati dibiarkan menerawang liar dengan prasangka-prasangka buruk, misalnya, maka beban hidup ini akan bertambah berat.

Lebih-lebih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengingatkan, hati sangat menentukan perilaku manusia.  Dari hati yang buruk akan melahirkan perilaku-perilaku buruk, seumpama memandang atau memperolok-olokkan orang lain sebagai makhluk rendah, tidak bermanfaat, dan sejenisnya.  Padahal di antara hamba-hamba yang terlanjur direndahkan itu, bisa jadi terdapat orang-orang yang sangat dikasihi Allah.   Kedudukannya juga lebih mulia dibandingkan dengan anggapan yang mengental dalam hati kita.

Sungguh dahsyat dampak lebih lanjut dari prasangka buruk, termasuk lupa terhadap petunjuk-petunjuk hidup sebagaimana terdapat dalam Alquran.  Padahal dalam Alquran sudah diingatkan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Hujurat: 11).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved