Merindukan Rasul
Selasa, 7 Februari 2012 10:18 WIB
Share |
Oleh Jarjani Usman

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Imam Bukhari).

Banyak cara manusia mengungkapkan perasaannya.  Seperti perasaan rindu kepada seseorang yang diungkapkan melalui kata-kata. Juga tak jarang dengan cara melakukan apa-apa yang disukai orang yang dirindukan.  Lantas, bagaimana mengungkapkan kerinduan terhadap Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam?

Di masa hidupnya, Rasulullah senantiasa setia menyebarkan ilmu, tanpa harus dibayar dan tak kenal musimnya.  Bukan hanya melalui perkataan (qauliyah) yang bermanfaat, ilmunya disebarluaskan, juga bukan hanya pada bulan-bulan tertentu.  Tetapi juga diterangkan melalui perbuatan-perbuatannya (amaliyah) hingga akhir hayatnya.  Termasuk juga melalui diam menyetujui (taqririyah) perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan sahabat.  Bukan hanya itu, Rasulullah juga berpesan agar para pengikutnya meluangkan waktu untuk menyampaikan ilmu atau kebenaran yang benar-benar berasal darinya, walaupun sedikit atau hanya satu ayat.

Namun, kini banyak pengkhianatan dilakukan orang sepeninggalnya.  Sebahagian orang berilmu dan bahkan yang menyandang gelar penanda ketinggian ilmunya serta katanya mengikut Nabi, kikir dalam menyebarkan ilmunya.  Ilmu kadangkala disebar bagi orang-orang yang mau membelinya.  Bila banyak yang beli, maka akan dipilih siapa yang membelinya dengan harga yang paling mahal. Bahkan bila mau dibeli dengan harga tinggi, kebenaran ilmu pun mau diputarbalikkan.  Inilah contoh orang-orang berilmu yang tercela, dalam pandangan ulama besar An-Nawawi rahimahullah.

Editor : bakri