Pengajar Sekaligus Penilai Dosen Lain
Selasa, 7 Februari 2012 09:53 WIB

Agus Irwanto SE, dosen STIE Kebangsaan Bireuen
SATU dari sejumlah dosen di STIE Kebangsaan Bireuen bernama Agus Irwanto SE. Selain mengajar mata kuliah ekonomi manajemen dan beberapa mata kuliah lain di sekolah itu, ia juga terpilih sebagai anggota tim penilai dosen lain di kampus itu. Sehari-hari, Agus juga sibuk mengelola administrasi pengajaran karena ia dipercaya sebagai Wakil ketua III sekolah tinggi tersebut.
Agus kepada Serambi mengatakan, sebelum menjadi dosen di STIE ia pernah menjadi Ketua HMI Sumatera Utara tahun 1999-2000 lalu. Lalu terpilih dalam berbagai kegiatan di kampus maupun luar kampus. Awalnya Agus hanya sebagai pengajar tetap dfi STIE itu, tapi pada tahun 2008 ia terpilih sebagai tim penyusun kurikulum.
Setahun kemudian, Agus mendapat pelatihan pengembangan manajemen usaha kesejahteraan sosial karang Taruna se-Aceh. “Pada tahun 2010 lalu, saya diberi tugas sebagai panitia penilai dosen lain tentang angka kredit dosen,” katanya. Sebagai dosen, menurutnya, tiap orang harus belajar terus menerus. Karena, tambahnya, yang dihadapi dosen adalah mahasiwa yang terus mengikuti perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.
Setidaknya, kata Agus, semua pertanyaan mahasiswa menyangkut mata kuliah yang diajarkan harus dapat dijawab dengan maksimal sehingga mahasiswa akan terus belajar tambahan di luar kampus. Karena masuk sebagai tim penilai dosen lain, keseharian Agus disibukkan dengan berbagai aktivitas mengajar serta mendata sebagai bahan masukan bagi perkembangan kampus ke depan. * yusmandin idris
Agus kepada Serambi mengatakan, sebelum menjadi dosen di STIE ia pernah menjadi Ketua HMI Sumatera Utara tahun 1999-2000 lalu. Lalu terpilih dalam berbagai kegiatan di kampus maupun luar kampus. Awalnya Agus hanya sebagai pengajar tetap dfi STIE itu, tapi pada tahun 2008 ia terpilih sebagai tim penyusun kurikulum.
Setahun kemudian, Agus mendapat pelatihan pengembangan manajemen usaha kesejahteraan sosial karang Taruna se-Aceh. “Pada tahun 2010 lalu, saya diberi tugas sebagai panitia penilai dosen lain tentang angka kredit dosen,” katanya. Sebagai dosen, menurutnya, tiap orang harus belajar terus menerus. Karena, tambahnya, yang dihadapi dosen adalah mahasiwa yang terus mengikuti perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.
Setidaknya, kata Agus, semua pertanyaan mahasiswa menyangkut mata kuliah yang diajarkan harus dapat dijawab dengan maksimal sehingga mahasiswa akan terus belajar tambahan di luar kampus. Karena masuk sebagai tim penilai dosen lain, keseharian Agus disibukkan dengan berbagai aktivitas mengajar serta mendata sebagai bahan masukan bagi perkembangan kampus ke depan. * yusmandin idris
Editor : bakri
