Selasa, 9 Juni 2026

Puting-Beliung Terjang Wih Nongkal

Puting-beliung menerjang Desa Wih Nongkal, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (5/2) sore

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Puting-Beliung Terjang Wih Nongkal
Seorang anak memperlihatkan atap rumahnya yang ditutupi dengan terpal plastik setelah diterpa angin puting beliung. Angin kencang melanda Kampung Wih Nongkal, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (5/2) sekira pukul 17.30 WIB, yang mengakibatkan satu unit rumah warga rusak. SERAMBI/MAHYADI
* Satu Atap Rumah Hilang

REDELONG - Puting-beliung menerjang Desa Wih Nongkal, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (5/2) sore, sekira pukul 17.30 WIB, kerugian diperkirakan belasan juta rupiah. Satu atap rumah diterbangkan angin berkecepatan tinggi dengan suara menggelar itu dan atap rumah tersebut, hanya digantikan plastik berwarna biru.

Pemilik rumah, Yaniyanto (57), Senin (6/2) mengatakan atap rumahnya yang telah hilang disapu angin dipasang atap darurat berupa terpal plastik, untuk menghindari guyuran hujan. Dia mengungkapkan, para pemuda desa langsung bergotong-royong memasang plastik, pengganti atap yang hilang seusai badai berlalu.

Dari pantauan Serambi, kemarin, cahaya berwarna kebiruan memancar ke isi rumah dan terlihat sejumlah warga, khusus keluarga korban melihat kondisi rumah. Yaniyanto dan keluarganya untuk sementara waktu, terpaksa berteduh di bawah atap terpal plastik, karena belum ada bantuan dari pemerintah.

“Kalau tidak cepat dibantu oleh pemuda desa untuk menutup bagian atap dengan plastik, seluruh barang di dalam rumah basah diguyur hujan,” jelasnya. Dia mengungkapkan, tidak beberapa lama setelah badai, hujan turun pada malam hari.

Rumah berkonstruksi semi permanen yang dikelilingi batang-batang kopi itu, sempat digulung awam hitam yang berputar-putar di Kampung Wih Nongkal dengan suara gemuruh. Sejumlah warga mengaku sempat panik melihat terjangan angin tornado di kampung mereka, tetapi tidak berlangsung lama, tidak sampai setengah jam.

Dari puluhan rumah di kampung tersebut, hanya rumah milik Yaniyanto yang menjadi sasaran putaran angin puting-beliung tersebut. “Saat kejadian, saya tidak ada  di rumah, tetapi istri dan anak saya  melihat langsung kejadian itu,” ungkap Yaniyanto sembari melihat ke arah istrinya yang sedang duduk bersama sanak familinya.

Sementara itu, musibah angin puting beliung menurut sejumlah warga di daerah itu merupakan yang kedua kali dalam 26 tahun terakhir, Sebelumnya terjadi di Kampung Dedingin, tetangga Kampung Wih Nongkal.(c35)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved