Tafakur
Muallaf 'Hidayah'
Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Imam al-Bukhari).
Hidayah Allah bisa diberi kepada siapa yang dikehendakiNya. Tak terbatas oleh batas-batas negara dan warna kulit. Sebagaimana yang diperoleh sekelompok orang Australia, seperti dikisahkan berikut.
Suatu sore, sekelompok orang kulit putih Australia duduk-duduk di atas tikar yang digelar di bawah tenda di pinggir pantai di Melbourne. Meskipun sedang berpiknik menikmati suasana pantai, sebahagian mereka sedang tekun mengeja ayat-ayat pendek dari kitab suci Alquran. Tertarik melihat kenyataan itu, saya mulai mencoba mendekati, menyapa dan bertanya tentang mereka.
Dijelaskannya bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah memeluk agama Islam dan sedang mempelajari Islam. Mereka membentuk kelompok yang diberinama “Hidayah”, agar bisa saling berkomunikasi dan belajar bersama tentang Islam. Anggota-anggota kelompok tersebut sering membuat pertemuan dan dibimbing oleh ustaz-ustaz. Sebahagian dari anggota tersebut meskipun sudah berkeluarga sedang mempersiapkan diri untuk memperdalam ilmunya di sejumlah pesantren di Indonesia.
Ini suatu bukti bahwa agama Islam kini semakin diminati di mana-mana. Bisa jadi pertanda akan kembalinya kejayaan Islam sebagaimana pernah terjadi di masa lampau. Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh orang-orang Islam untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya, damai dan mendamaikan. Mengamalkan ajaran Islam dengan menunjukkan akhlak yang baik termasuk bagian dari upaya membantu perkembangan Islam.