Selasa, 9 Juni 2026

Tafakur

Muallaf 'Hidayah'

Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Imam al-Bukhari).

Hidayah Allah bisa diberi kepada siapa yang dikehendakiNya.  Tak terbatas oleh batas-batas negara dan warna kulit.  Sebagaimana yang diperoleh sekelompok orang Australia, seperti dikisahkan berikut.

Suatu sore, sekelompok orang kulit putih Australia duduk-duduk di atas tikar yang digelar di bawah tenda di pinggir pantai di Melbourne.  Meskipun sedang berpiknik menikmati suasana pantai, sebahagian mereka sedang tekun mengeja ayat-ayat pendek dari kitab suci Alquran.  Tertarik melihat kenyataan itu, saya mulai mencoba mendekati, menyapa dan bertanya tentang mereka.

Dijelaskannya bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah memeluk agama Islam dan sedang mempelajari Islam.  Mereka membentuk kelompok yang diberinama “Hidayah”, agar bisa saling berkomunikasi dan belajar bersama tentang Islam. Anggota-anggota kelompok tersebut sering membuat pertemuan dan dibimbing oleh ustaz-ustaz.  Sebahagian dari anggota tersebut meskipun sudah berkeluarga sedang mempersiapkan diri untuk memperdalam ilmunya di sejumlah pesantren di Indonesia.

Ini suatu bukti bahwa agama Islam kini semakin diminati di mana-mana.  Bisa jadi pertanda akan kembalinya kejayaan Islam sebagaimana pernah terjadi di masa lampau. Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh orang-orang Islam untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya, damai dan mendamaikan. Mengamalkan ajaran Islam dengan menunjukkan akhlak yang baik termasuk bagian dari upaya membantu perkembangan Islam.   

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved