Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Bintang Budidayakan Nila

Sabtu, 11 Februari 2012 10:12 WIB

Bintang Budidayakan Nila
Kasdim 0106/Aceh Tengah, Mayor Inf Dafit Beni Upeni bersama Camat Bintang, Drs Sarwa Jalami manabur benih ikan di persawahan warga di Kampung Kuala I, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Kamis (9/2). Program penaburan 700 ekor benih ikan Nila Gip itu bagian dari Program Ketahanan Pangan melalui kegiatan 'Mina Padi'. SERAMBI/JALIMIN
TAKENGON - Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah mulai membudidayakan Nila Gip, sejenis ikan mujair, tetapi lebih besar dengan pertumbuhan cepat. Ikan ini yang berasal dari Dinas Pertanian dan Perikanan Aceh Tengah ditebar di areal persawahan warga yang dijadikan sebagai denplot pembudidayaan nila, selain tanaman padi.  

Penaburan bibit ikan perdana dilakukan Kasdim 0106/Aceh Tengah, Mayor Inf Dafit Beni Upeni didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa Kecamatan Bintang. Drs Sarwa Jalami bersama Koramil Bintang, Kapten Inf Rusli dan unsur muspika setempat juga ikut mengembangkan ikan Nila Gip tersebut.

Sarwa Jalami, Jumat (10/2) mengatakan program itu bagian dari upaya peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor perikanan. Gerakan budidaya ikan Nila Gip juga mendukung program Ketahanan Pangan ‘Mina Padi’ di Kecamatan Bintang. Kecamatan Bintang terletak di ujung timur Danau Laut Tawar, sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani kopi, petani padi dan nelayan di Danau Laut Tawar.

Pola budidaya ikan Nila Gip ini berbeda dengan kebiasaan sehari-hari  warga Bintang yang memelihara ikan dalam keramba di permukaan Danau Laut Tawar, tetapi, di areal persawahan warga. Disebutkan, pada tahap awal, sebanyak 3.000 ekor benih Nila Gip di tebar di sembilan lokasi sawah. Danramil Inf Rusli mengatakan, ada dua keuntungan dari memelihara ikan Nila Gip dalam areal persawahan, selain memperoleh ikan segar, produksi padi juga meningkat. “Harga ikan Nila Gip di pasar berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 28.000 per kilogram,” ujarnya.(min)    

denplot nila
* Wih Lah Setie 1 unit  
* Linung Bulen 2 unit   
* Gele Pulo 1 unit   
* Dedamar 2 unit
* Kuala I 1 unit
* Bewang 1 unit dan
* Mengaya 1 unit
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas