Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Saadi: Ada Pengikut Khadafy di NTC

Sabtu, 11 Februari 2012 19:19 WIB

Saadi: Ada Pengikut Khadafy di NTC
Reuters
Saadi Khadafy
SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Putra mendiang Moammar Khadafy, Saadi, berjanji untuk kembali ke tanah airnya, Libya. Saadi menyebut pemberontakan melawan pemerintah baru sudah merebak di seluruh penjuru Libya.

"Saya akan kembali ke Libya kapan saja," kata Saadi melalui telepon kepada televisi Al Arabiya. Saadi kini bermukim di Niger, tempatnya mengungsi sejak Agustus lalu ketika Tripoli jatuh ke tangan para pemberontak yang menentang ayahnya.

"Tujuh puluh persen rakyat Libya tidak puas dengan situasi saat ini," katanya dalam wawancara Jumat (10/2/2012). Dikatakannya, "rakyat Libya kini diperintah oleh geng-geng".

Dia mengklaim masih memiliki banyak pengikut di Libya, termasuk di dalam tubuh Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa di Libya pascakejatuhan rezim Khadafy.

Ditanya pendapatnya tentang NTC, Saadi berujar, "Akan datang hari ketika rakyat Libya berhasil menyapu bersih geng-geng itu." Saat dia pulang ke Libya suatu saat nanti, kata Saadi, dia akan "memastikan tidak ada operasi balas dendam".

"Pertama, pemberontakan tidak hanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu. Itu (pemberontakan) akan mencakup seluruh wilayah Jamahiria dan pemberontakan akan benar-benar terjadi dan saya mengikuti serta melihatnya terus membesar dari hari ke hari," jelasnya, seperti dilansir BBC.

Lelaki 38 tahun itu mengaku masih melakukan kontak dengan militer, milisi, pejabat-pejabat NTC, serta beberapa anggota keluarga Khadafy.

Pemerintah Niger menolak mengektradisi Saadi meskipun pemerintah baru Libya memintanya berkali-kali. Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengatakan pada 11 November 2011 silam, negaranya memberi Saadi suaka politik atas "dasar kemanusiaan".

Rezim baru Libya menuduh Saadi "mengambil barang-barang dengan paksa dan intimidasi ketika dia memimpin federasi sepak bola Libya", menurut Interpol yang mengeluarkan "red notice" untuk penangkapannya.(Kistyarini)
Editor: snajli
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas