Droe Keu Droe

Untuk Manajemen Persiraja

Penampilan Persiraja saat ini memang kurang menggigit, baik bila bertarung di depan publik sendiri maupun saat laga tandang

KIPRAH Persiraja Banda Aceh di ajang Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012 nyaris tenggelam. Betapa tidak, dari sembilan laga yang telah dilakoni, Lantak Laju cuma berhasil meraup 10 poin. Padahal kalau kita perhatikan materi pemain kontestan IPL lainnya juga tidak bagus-bagus amat dibandingkan dengan skuadra yang dimiliki Lantak Laju.

Penampilan Persiraja saat ini memang kurang menggigit, baik bila bertarung di depan publik sendiri maupun saat laga tandang. Hal ini lebih disebabkan faktor “nasionalisme-keacehan”. Pasalnya, saat ini Lantak Laju banyak dihuni pemain-pemain luar.

Kita bukan tidak setuju dengan pemain luar, tetapi pemain lokal yang punya talenta juga harus diberikan kesempatan masuk line up. Mungkin pemain lokal punya rasa tanggung jawab lebih ketimbang pemain luar yang hanya melaksanakan tugas sekadar gugur kewajiban.

Contoh yang paling gress, ketika Persiraja kontra Semen Padang di Banda Aceh, Minggu (5/2), Lantak Laju sudah tertinggal 0-2 hingga menit 77, tetapi dengan masuknya beberapa pemain muda Aceh semisal Fahrizal Dillah, Defri Rizky, M Nasir Jangka, Ramadhani dkk mampu mengejar ketertinggalan hingga menutup laga dengan skor imbang 2-2. Suatu semangat juang yang patut diberikan apresiasi dan patut diperhitungkan pelatih. Berkat kegigihan dan semangat juang tinggi yang diperlihatkan mereka sukses merubah keadaan. Ini mesti menjadi sorotan manajemen Persiraja agar di akhir musim nanti persiraja jangan Cuma numpang lewat dan jadi spesialis seri.

Disisi lain, Persiraja butuh Manajer yang benar-benar mampu dan mau berbuat demi kemajuan Persiraja. Jujur saja, kami salut dengan manajer Persiraja musim lalu, kala Lantak Laju masih berkutat di kompetisi divisi utama. Kala itu, walau dengan materi dan dana seadanya, tapi Persiraja sukses melaju hingga partai puncak kendati cuma finish sebagai runner up.

Itu satu prestasi yang patut dicatat dengan tinta emas. Bagaimana tidak, setelah hampir 30 tahun puasa gelar sejak 1981, baru pada 2011 kemarin dunia persepakbolaan Aceh kembali menggeliat. Sekali lagi, ini wajib menjadi perhatian manajemen Persiraja saat ini.

Sulaiman M. Djamil
Tifosi setia Persiraja

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved