Puluhan Truk Menumpuk di Labuhan Haji
Senin, 13 Februari 2012 11:29 WIB

Puluhan truk tujuan Simeulu masih terlihat menumpuk di komplek UPTD Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Aceh Selatan, Minggu (12/2). SERAMBI/TAUFIK ZASS
Berita Terkait
- Kemenhub Minta Tarif Angkutan Maksimal Naik 20 Persen
- Tambahan Subsidi Listrik Rp 24,52Triliun
- Pemerintah Siap Bahas Penundaan Rencana Kenaikan TDL
- DPR Desak Pemerintah Tunda Kenaikan TDL
- Pulau Banyak Barat Butuh Feri
- Pemprov Didesak Operasikan KMP Labuhan Haji
- Badai Ganggu Pelayaran
- Minggu, KMP Teluk Sinabang Kembali Beroperasi
- BBM Bersubsidi Naik, Tarif Angkutan Umum Ikut Naik
- Labuhan Haji-Sinabang belum Normal
TAPAKTUAN - Puluhan truk bermuatan barang tujuan Sinabang, Kabupaten Simeulue, hingga Minggu (13/4) siang, masih terlihat menumpuk di kompleks UPTD Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Kondisi tersebut terjadi lantaran kapasitas angkut KMP Teluk Singkil yang melayani rute pelayanan Labuhan Haji-Sinabang, terbatas.
Para sopir yang mengaku telah sepekan menunggu di Pelabuhan Labuhan Haji, telah kehabisan uang makan. “Bagaimana tidak, uang makan yang dikasih toke cuma cukup untuk dua hari, sedangkan kami sudah bertahan satu minggu lebih di sini, tambah lagi sampai di sana (Simeulue) nanti kan harus keluarin biaya makan lagi,” kata Asrol (28), salah seorang sopir truk muatan barang pecah belah asal Lhokseumawe, ketika ditanyai Serambi, Minggu (13/2).
“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa mencari solusi terhadap persoalan ini, sebab jika terus dibiarkan begitu sudah barang pasti kami akan terus dirugikan,” harap Asrol.
Keluhan yang sama juga disampaikan Riky (29) salah seorang penumpang yang hendak berangkat ke Simeuleu. Dia mengaku sudah tiga hari bertahan di Pelabuhan Labuhan Haji menunggu tibanya KMP Teluk Singkil. “Tadi saya jumpa sama salah seorang mahasiswa, dia mengaku kehabisan uang dan hendak menjual HP karena sudah tiga hari di sini mengunggu kapal,” kata Riky.
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Akhyar SH yang ditemui Serambi, Minggu (13/2), membenarkan truk-truk yang saat ini masih parkir di kompleks Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji itu sudah seminggu berada di sana. “Oleh karenanya kita sangat berharap keseriusan Pemerintah Provinsi untuk segera menangani persoalan ini,” paparnya.
Selama ini pelayaran menuju Sinabang dari Labuhan Haji dilayani KMP Teluk Sinabang yang berkapasitas angkut lebih besar. Namun sejak KMP Teluk Sinabang naik dok di Jakarta dua pekan lalu, jalur pelayaran itu oleh KMP Teluk Singkil yang selama ini melayari Singkil-Sinabang. Kapasitas angkut feri ini lebih kecil sehingga banyak truk yang tak terangkut ke Sinabang.
“KMP Teluk Simeulue diperkirakan baru kembali beroperasi pada bulan Maret mendatang,” kata Akhyar.(tz)
Para sopir yang mengaku telah sepekan menunggu di Pelabuhan Labuhan Haji, telah kehabisan uang makan. “Bagaimana tidak, uang makan yang dikasih toke cuma cukup untuk dua hari, sedangkan kami sudah bertahan satu minggu lebih di sini, tambah lagi sampai di sana (Simeulue) nanti kan harus keluarin biaya makan lagi,” kata Asrol (28), salah seorang sopir truk muatan barang pecah belah asal Lhokseumawe, ketika ditanyai Serambi, Minggu (13/2).
“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa mencari solusi terhadap persoalan ini, sebab jika terus dibiarkan begitu sudah barang pasti kami akan terus dirugikan,” harap Asrol.
Keluhan yang sama juga disampaikan Riky (29) salah seorang penumpang yang hendak berangkat ke Simeuleu. Dia mengaku sudah tiga hari bertahan di Pelabuhan Labuhan Haji menunggu tibanya KMP Teluk Singkil. “Tadi saya jumpa sama salah seorang mahasiswa, dia mengaku kehabisan uang dan hendak menjual HP karena sudah tiga hari di sini mengunggu kapal,” kata Riky.
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Akhyar SH yang ditemui Serambi, Minggu (13/2), membenarkan truk-truk yang saat ini masih parkir di kompleks Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji itu sudah seminggu berada di sana. “Oleh karenanya kita sangat berharap keseriusan Pemerintah Provinsi untuk segera menangani persoalan ini,” paparnya.
Selama ini pelayaran menuju Sinabang dari Labuhan Haji dilayani KMP Teluk Sinabang yang berkapasitas angkut lebih besar. Namun sejak KMP Teluk Sinabang naik dok di Jakarta dua pekan lalu, jalur pelayaran itu oleh KMP Teluk Singkil yang selama ini melayari Singkil-Sinabang. Kapasitas angkut feri ini lebih kecil sehingga banyak truk yang tak terangkut ke Sinabang.
“KMP Teluk Simeulue diperkirakan baru kembali beroperasi pada bulan Maret mendatang,” kata Akhyar.(tz)
Editor : bakri
