Penyandang Cacat Terima Becak
Kamis, 16 Februari 2012 10:12 WIB
Berita Terkait
- Mengaku PNS, Lalu Menipu Pedagang Kecil
- GPRS Minta Pemkab Tetapkan Penerima Rumah BI
- Kemensos Rehab 50 Rumah Duafa di Bireuen
- Rumah Bantuan BI Siap 80 Persen
- Aceh Jaya tak Dapat Rumah Duafa, Anggota Dewan Protes
- Gadis Berkaki Satu Jadi Korban Perkosaan
- Mahasiswa Salurkan Bantuan ke Kutacane
- DPRK Tanyakan Kepastian Rumah Bantuan ke Bupati
- Maulid Akbar di Pijay, Santuni 200 Anak Yatim
- Nelayan Pidie Pertanyakan Dana Rehab Rumah
SABANG - Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Sabang, Rabu (15/2), menyalurkan dua unit becak motor kepada dua penyandang cacat di Sabang. Dengan bantuan itu, penyandang cacat tersebut diharapkan lebih lebih mudah dalam mencari nafkah.
Ketua BRA Sabang, Safrawi mengatakan, dua warga penerima yakni Syukri Mulyadi yang menerima becak penumpang dan M Ali (becak barang), selama ini kesulitan mencari nafkah karena keterbatasan di bagian tungkai. Penyaluran bantuan dari Dinas Sosial Aceh itu merupakan bagian dari program BRA termasuk penyaluran dana diyat pada tahun 2011.
“Dengan bantuan ini, kita berharap dapat mengurangi beban mereka. Semoga dimanfaatkan untuk mencari nafkah karena bantuan ini bukan untuk dijual kembali,” katanya di sela-sela penyerahan becak motor di Kantor BRA Sabang, Jalan Perdagangan.
Safrawi menambahkan selain bantuan itu, tahun 2011 BRA juga telah menyalurkan dana diyat sebesar Rp 120 juta kepada 21 orang korban konflik dan ahli waris yang ada di Kota Sabang. Sementara itu Syukri dan M Ali berterima kasih dan mengaku sangat terbantu dengan pemberian bantuan itu.(gun)
Ketua BRA Sabang, Safrawi mengatakan, dua warga penerima yakni Syukri Mulyadi yang menerima becak penumpang dan M Ali (becak barang), selama ini kesulitan mencari nafkah karena keterbatasan di bagian tungkai. Penyaluran bantuan dari Dinas Sosial Aceh itu merupakan bagian dari program BRA termasuk penyaluran dana diyat pada tahun 2011.
“Dengan bantuan ini, kita berharap dapat mengurangi beban mereka. Semoga dimanfaatkan untuk mencari nafkah karena bantuan ini bukan untuk dijual kembali,” katanya di sela-sela penyerahan becak motor di Kantor BRA Sabang, Jalan Perdagangan.
Safrawi menambahkan selain bantuan itu, tahun 2011 BRA juga telah menyalurkan dana diyat sebesar Rp 120 juta kepada 21 orang korban konflik dan ahli waris yang ada di Kota Sabang. Sementara itu Syukri dan M Ali berterima kasih dan mengaku sangat terbantu dengan pemberian bantuan itu.(gun)
Editor : bakri
