Selasa, 9 Juni 2026

SMAN 6 Langsa Digoyang Teumamong Massal

Sekitar 50 siswi Sekolah Menengah Pertama (SPN) Negeri 6 Langsa, yang berada di Jalan Perumnas, Gampong Paya Bujok Seleumak

Tayang:
Editor: bakri
LANGSA – Sekitar 50 siswi Sekolah Menengah Pertama (SPN) Negeri 6 Langsa, yang berada di Jalan Perumnas, Gampong Paya Bujok Seleumak, Kecamatan Langsa Baro, Rabu (15/2), bertumbangan sejenak teumamong (kesurupan-red).

Pihak sekolah segera memulangkan ke 50 siswa ini, hingga mereka tak dapat mengikuti proses belajar. Sementara itu sehari sebelumnya, Selasa (14/2) sekitar 14 siswi sekolah ini juga mengalami hal yang serupa.

Informasi yang dihimpun Prohaba, kejadian teumamong ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB pagi, pada saat sekitar 30 menit digelarnya wirid Yaasin dan Ayat Kursi oleh seluruh dewan guru dan siswa SMPN 6 Langsa, di halaman sekolah. Karena lapangan tak mencukupi menampung seluruh siswa, untuk seratusan lebih siswa kelas II (dua) mengikuti baca Yasin tersebut di dalam ruang belajarnya, dan dipandu sejumlah dewan guru.

Namun ketika sedang berlangsungnya acara tersebut, tiba-tiba muncul jeritan histeris siswi dari salah satu ruang kelas II SMPN 6 Langsa ini. Mendengar itu, konsentrasi siswa dan dewan guru saat melakukan pembacan surat Yasin ini pecah dan terhenti. Kemudian sejumlah dewan guru langsung mendatangi ruang kelas tersebut untuk menenangkan siswi yang mengalami teumamong.

Ibarat terkena setrum, saat bersamaan itu juga, sejumlah siswi lainnya juga mengalami hal serupa, tumbang disertai jerit histeris. Situasi makin mencekam dan gaduh ketika sejumlah siswi lainnya yang berada di luar ruangan, juga ikut bertumbangan. Akibatnya kondisi sekolah saat itu sangat kacau, dan sebagian siswa yang ketakutan lari berhamburan. Sedangkan sebagian siswa lainnya ikut bersama dewan guru memberikan pertolongan kepada temannya yang kesurupan tersebut.

Melihat kondisi yang nyaris hilang kendali, guru setempat segera meminta pertolongan kepada orang pintar dan tengku Iman yang berada di sekitar SMPN 6 Langsa, untuk menenangkan siswi yang telah kerasukan setan tersebut.

Kepala SMPN 6 Langsa, Hamdani SPd, didampingi sejumlah dewan guru lainnya, kepada Prohaba, ketika ditemui di sekolahnya mengatakan, pada satu hari sebelumnya, Selasa (15/2), sekitar pukul 11.30 WIB siang, tiba-tiba sebanyak 14 siswi sekolah ini tanpa penyebab yang jelas juga mengalami kesurupan. Saat itu menurutnya, seluruh siswa sedang jam istrirahat jam pelajaran siang. “Siswi yang kesurupan yang telah siuman segera pulang setelah dijemput oleh orang tuanya masing-masing, dan mereka diperbolehkan selama tiga hari tidak masuk sekolah, menunggu kondisi kesehatan dan mental mereka kembali membaik. Pada hari Jumat (17/2) ke depan ini, kita merencanakan akan melakukan peusijuk di sekolah ini,” kata Hamdani, juga ikut didampingi pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan, Bukhari SPd.

Seorang guru, Yusinar, menambahkan, sekolah itu sebelumnya juga telah mengalami berapa kali hal serupa yang korban seluruhnya adalah pelajar wanita (siswi). Namun kejadian teumamong yang terjadi pada hari Rabu (15/2) ini tergolong yang paling parah, karena memakan korban sekitar 50 siswi.(c42)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved