Sopir dan Tukang Becak Kursus Bahasa Inggris
Kamis, 16 Februari 2012 10:20 WIB
Berita Terkait
- Tim Gabungan 4 Angkutan Liar
- Bukan karena Demo di DPRA
- Puluhan Sopir 'Serbu' Dinas Perhubungan
- Petugas Tahan Satu Labi-labi
- Penumpang Plat Hitam tak Dapat Asuransi
- Bupati Serahkan 14 Becak Sampah
- Dishub Bagikan Rompi untuk Pengemudi Becak
- 13 Unit L-300 Plat Hitam Ditilang
- Ongkos Labi-labi Ulee Kareng Berapa?
- Seragamkan Ongkos Becak
SABANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sabang mengadakan kursus bahasa Inggris bagi 90 sopir mobil penumpang dan tukang becak di kota itu. Tujuannya membekali bahasa Inggris bagi para sopir dan tukang becak agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menjamu turis asing yang berwisata ke pulau paling barat Indonesia tersebut.
Kabid Promosi Disbudpar Sabang, M Ali Taufik MM, usai rapat persiapan penyelenggaraan kursus tersebut, Rabu (15/2), kepada Serambi mengatakan, kursus digelar secara gratis dan bertahap selama tiga bulan. Menurut dia, di Sabang terdapat sekitar 50 sopir mopen umum jenis L-300 dan 40 tukang becak. Kegiatan ini juga didukung Dinas Pariwisata Aceh.
Dikatakan, sebagai destinasi wisata, Sabang terus berbenah baik dari segi fasilitas maupun pelayanan terhadap pengunjung. Angkutan umum sebagai salah satu pelaku wisata dan ekonomi diharapkan dapat berperan aktif meningkatkan citra Sabang. Hal ini tentu bisa diawali dengan komunikasi yang baik dengan pengunjung.
“Dengan menguasai bahasa Inggris, para sopir dan tukang becak di Sabang juga bisa mempromosikan wisata Sabang,” pungkas Taufik.(gun)
Kabid Promosi Disbudpar Sabang, M Ali Taufik MM, usai rapat persiapan penyelenggaraan kursus tersebut, Rabu (15/2), kepada Serambi mengatakan, kursus digelar secara gratis dan bertahap selama tiga bulan. Menurut dia, di Sabang terdapat sekitar 50 sopir mopen umum jenis L-300 dan 40 tukang becak. Kegiatan ini juga didukung Dinas Pariwisata Aceh.
Dikatakan, sebagai destinasi wisata, Sabang terus berbenah baik dari segi fasilitas maupun pelayanan terhadap pengunjung. Angkutan umum sebagai salah satu pelaku wisata dan ekonomi diharapkan dapat berperan aktif meningkatkan citra Sabang. Hal ini tentu bisa diawali dengan komunikasi yang baik dengan pengunjung.
“Dengan menguasai bahasa Inggris, para sopir dan tukang becak di Sabang juga bisa mempromosikan wisata Sabang,” pungkas Taufik.(gun)
Editor : bakri
