Anggota DPRK Sesalkan Pemprov Utak-atik Proyek Otsus
Anggota DPRK Aceh Jaya menyesalkan pemangkasan proyek dana Otsus 2012 jatah Aceh Jaya yang dikelola Pemerintah Aceh
Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya, Saudi kepada Serambi, Rabu (15/2) mengungkapkan, diketahui dana Otsus jatah Aceh Jaya dipangkas ketika baru-baru ini diumumkan oleh Pemerintah Aceh. Anggaran yang diumumkan sudah tidak sama seperti tertera sebelumnya.
“Padahal Pemkab Aceh Jaya dan DPRK Aceh Jaya sudah membahas terhadap plot anggaran Otsus jatah Aceh Jaya dan sudah meneruskan ke Pemerintah Aceh, tapi disayangkan kenapa malah dikutak katik,” ujarnya.
Kata Suadi, yang menjadi pertanyaaan dana yang dipangkas itu dibawa ke mana apakah dikembalikan ke Aceh Jaya atau ke mana. Sebab disayangkan nanti akan bermasalah saat pengerjaan proyek di lapangan sebab akan tidak siap dan malah telantar atau pengerjaan tidak sesuai dengan rencana awal.
“Karena itu, Pemerintah Aceh kembali kami minta tidak mempermainkan anggaran Otsus jatah Aceh Jaya sebab dipangkas rata-rata per proyek mencapai 40 persen dari nilai diusul awal,” katanya.
Politisi Partai Aceh ini mencontohkan dari sejumlah proyek Otsus jatah Aceh Jaya yang dipangkas meliputi proyek jalan Pante Kuyun Setia Bakti dari Rp 5 miliar tiba-tiba sudah menjadi Rp 3,8 miliar, proyek Curek Krueng Sabee dari Rp 5 miliar menjadi Rp 3 miliar, proyek jembatan relokasi Lhok Kruet dari Rp 2 miliar menjadi Rp 1 miliar, proyek jalan Patek-Suak Beukah Sampoinit dari Rp 3,8 miliar menjadi Rp 1,8 milir.
Padahal, kata Saudi, DPRK dan Pemkab Aceh Jaya sudah melakukan pembahasan bersama terhadap dana Otsus jatah Aceh Jaya dan diteruskan ke Pemerintah Aceh tetapi aneh kenapa malah diubah-ubah dan tidak pernah ada pemberitahuan ke Aceh Jaya.(riz)