- Mengendarai Motor Dengan Keadaan Mabuk, Kakak-Adik…
- Pengendara Sepeda Motor Tewas
- Mobil Patroli Polisi Dirusak Massa
- Dana Identifikasi Korban Sukhoi Capai Rp 800 Juta
- Suzuki APV Laga Kambing Dump Truk, Korban Tak Sadarkan…
- 23 Mei, Jenazah Korban Sukhoi Diserahkan kepada Keluarga
- Inilah 45 Korban Sukhoi yang Berhasil Diidentifikasi
- Sopir Ngantuk, Innova Masuk Jurang
- Jasad Korban Sukhoi Akan Direkonstruksi
- Lagi, Ternak Jalanan Picu Musibah
SERAMBINEWS.COM, BULUKUMBA - Tiga remaja putri tersengat aliran listrik perangkap babi tegangan tinggi di sebuah ladang milik anggota Koramil Bontobahari, Serma B, Jumat (17/2/2012) sekitar pukul 7.30 Wita. Satu di antaranya, Rahmawati (13), meninggal dunia, sementara dua korban lainnya, Asse (25) dan Riska (23), mengalami shock berat setelah berhasil terlepas dari aliran listrik tersebut.
Dari data yang diperoleh Wartawan di Mapolsek Bontobahari, peristiwa bermula ketika ketiga korban memasuki kebun milik pelaku untuk mengambil sayur-sayuran yang ada di dalam ladang tersebut. Saat ketiganya masuk ke ladang, satu kawat dan satu kabel sepanjang kurang lebih 300 meter yang disengaja dipasang Serma B tiga bulan sebelumnya, telah melintang di sekeliling ladang.Terlebih dahulu ketiganya memeriksa kawat tersebut yang yang dimaksudkan untuk melindungi sayur mayurnya dari binatang buas tidak dialiri listrik.
Namun naas bagi ketiga korban, saat pulang dengan tergesa-gesa menghidari hujan yang turun, kaki Rahmawati menyenggol kawat dan di saat yang bersamaan aliran listrik muncul, kemudian menyengat kaki kanan korban. Melihat kejadian itu, kedua korban Riska dan Asse berusaha menyelamatkan korban dengan menarik badan korban, namun malah keduanya ikut tersengat aliran listrik. Ketiganya langsung terempas ke tanah setelah Riska menendang kaki kanan Rahmawati dengan keras hingga dapat terlepas dari kawat tersebut. Demikian Riska menuturkan kepada penyidik saat melakukan olah tempat kejadian perkara.
Gadis remaja yang bermukim di Lingkungan Tanah Lembang Kelurahan Tanah Lembang Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan itu tewas saat keluarga bersama tetangga dekatnya datang menolong Rahmawati yang sudah tidak berdaya.
Serma B saat ini telah diamankan di Koramil Bontobahari, namun saat akan dimintai keterangannya, beberapa anggota Koramil lebih memilih bungkam. Sementara itu, Detasemen Polisi Militer AD Kabupaten Bantaeng datang ke TKP dan menyita barang bukti berupa kawat, sepasang sendal, sayur mayur, dan bakul milik korban.
Kanit Reskrim Polsek Bontobahari, Aipda Umar Nur saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan kasus tersebut telah diambil alih oleh Denpom AD dengan menyita semua barang bukti yang sebelumnya diamankan di Mapolsek Bontobahari.
Salah seorang tokoh masyarakat, Andi Bali Raja mengatakan kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya di Kecamatan Bontobahari. Pada 2011 lalu, kasus serupa juga menimpa Hasan (40). Korban tewas setelah tersengat aliran listrik yang di pasangnya sendiri diladangnya, karena lupa mencabut aliran listrik tersebut. "Pemerintah setempat sudah harus berkeras menertibkan perangkap binatang buas yang menggunakan aliran listrik," kata Andi Bali Raja.
