PEMA Unsyiah Sumbang Darah 103 Kantong
Jumat, 17 Februari 2012 09:24 WIB

Mahasiswa sedang mendonorkan darah dalam kegiatan yang digelar PEMA Unsyiah UKM KSR PMI Unsyiah sejak 15-16 Februari di depan Perpustakaan Unsyiah. FOTO/Dokumen PEMA Unsyiah
Berita Terkait
- Mahasiswa Sumbang Darah 62 Kantong ke PMI
- Serikat Pekerja PTPN I Gelar Donor Darah
- Deborah Dipecat Usai Donorkan Ginjal untuk Bosnya
- MAN Lhokseumawe Ikut Kegiatan PMR di Binjai
- Danamon dan Mahasiswa Sumbang Darah ke RS
- Perawat Gelar Donor Darah
- BRI Syariah Sumbang Darah 60 Kantong
- AJI Kumpulkan Darah 45 Kantong
- Persit Kartika Dim 0104/Aceh Timur Donor Darah
- BSM Langsa Sumbang 70 Kantong Darah
BANDA ACEH - Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (PEMA Unsyiah) menyumbang darah 103 kantong untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banda Aceh. Kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI Unsyiah digelar sejak 15-16 Februari di depan Perpustakaan Unsyiah.
Presiden PEMA Unsyiah, Furqan Ishak Aksa dalam siaran pers kepada Serambi kemarin mengatakan, darah 103 kantong tersebut berasal dari pendonor yang terdiri dari mahasiswa, Civitas Akademika Unsyiah, kepolisian, TNI, Satpol PP, dan masyarakat umum. Donor ini merupakan agenda rutin PEMA Unsyiah setiap tahunnya.
Menurut Furqan, darah yang terkumpul ini diserahkan ke PMI Banda Aceh untuk menjadi stok yang akan digunakan oleh masyarakat. Saat ini stok darah di PMI Banda Aceh selalu saja kurang.
“Ke depan kita berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan di organisasi masyarakat dan instansi pemerintahan untuk mengatasi krisis darah di Banda Aceh. Setetes darah kita, nyawa bagi mereka,” ujar Furqan.(rel/hd)
Presiden PEMA Unsyiah, Furqan Ishak Aksa dalam siaran pers kepada Serambi kemarin mengatakan, darah 103 kantong tersebut berasal dari pendonor yang terdiri dari mahasiswa, Civitas Akademika Unsyiah, kepolisian, TNI, Satpol PP, dan masyarakat umum. Donor ini merupakan agenda rutin PEMA Unsyiah setiap tahunnya.
Menurut Furqan, darah yang terkumpul ini diserahkan ke PMI Banda Aceh untuk menjadi stok yang akan digunakan oleh masyarakat. Saat ini stok darah di PMI Banda Aceh selalu saja kurang.
“Ke depan kita berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan di organisasi masyarakat dan instansi pemerintahan untuk mengatasi krisis darah di Banda Aceh. Setetes darah kita, nyawa bagi mereka,” ujar Furqan.(rel/hd)
Editor : bakri
