Putus Cinta, Pria Ini Nekat Bakar Diri Hingga Tewas
Jumat, 17 Februari 2012 16:51 WIB

net
Maysam Mayani
Berita Terkait
- Siwanita Tua Sang Penakluk Gunung Everest
- Bocah Ini Menemukan Sepotong Jari di Sandwich Arby's
- Keith Martin Pria Tergemuk Dunia 2012
- Korban KDRT Meninggal Dunia
- Tanpa Lengan Tangan dan Kaki, Philippe Berenang Sampai…
- Pesawat Militer Pakistan Tabrakan di Udara, 4 Pilot…
- Tega, Seorang Bapak Aniaya Anak Hingga Tewas
- Dua Dari Lima Narapidana yang Kabur Dinyatakan Meninggal
- Sekretaris PA Lhokseumawe Tewas Ditembak
- Tim Kopassus Temukan "Black Box"
SERAMBINEWS.COM - Seorang pria yang diputuskan tali cintanya oleh kekasihnya, melalui pesan singkat, nekat membakar dirinya hingga tewas.
Maysam Mayani, 26, menyambangi rumah kekasihnya Sona Khamseh, di Chelsea, London barat, Inggris, dan mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya tersebut, untuk mengambil jenazahnya.
"Akhir memang terasa sangat sedih. Kamu mungkin melihat saya untuk terakhir kalinya, yaitu tubuh tak bernyawaku," ucapnya melalui pesan singkat kepada kekasihnya tersebut.
Tak berapa lama setelah mengirimkan pesan singkat, Masyam melancarkan aksinya. Seorang saksi mata, mengatakan dirinya melihat Masyam diselimuti api, sambil berteriak.
Sehari sebelum mengakhiri hidupnya, Masyam dikagetkan oleh pesan singkat yang dikirim oleh Sona, yang intinya memutuskan hubungan mereka, karena tidak direstui oleh ayahnya. "Kamu harus pergi karena saya tidak bisa, Maysam, maaf," ujar Sona, dalam pesan singkatnya.
Masyam, sendiri memiliki riwayat depresi. Tercatat ia pernah mengancam akan bunuh diri, sesaat baru menjalin hubungan dengan Sona.
Oktober tahun lalu, Masyam menelepon kekasihnya memberitahu dirinya akan melompat dari jembatan Westminster. Namun upaya bunuh diri Masyam berhasil digagalkan setelah, Sona menghampirinya dan mengajaknya bicara.
Sebelumnya, ia mengatakan akan menenggak banyak obat hingga overdosis jika kekasihnya Sona tidak mencintainya lagi, seorang petugas asrama kemudian menemukannya di kamar dengan pil.
Menurut pemberitaan Dailymail, Masyam merupakan seorang pekerja pengeboran minyak di Iran, sebelum melarikan diri ke Inggris, saat konflik politik di Iran, dan diberikan izin menetap di Inggris.
Ia kemudian tinggal di Kota Newcastle dimana ia bertemu dengan Sona, sebelum pindah ke Kota London.
Maysam Mayani, 26, menyambangi rumah kekasihnya Sona Khamseh, di Chelsea, London barat, Inggris, dan mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya tersebut, untuk mengambil jenazahnya.
"Akhir memang terasa sangat sedih. Kamu mungkin melihat saya untuk terakhir kalinya, yaitu tubuh tak bernyawaku," ucapnya melalui pesan singkat kepada kekasihnya tersebut.
Tak berapa lama setelah mengirimkan pesan singkat, Masyam melancarkan aksinya. Seorang saksi mata, mengatakan dirinya melihat Masyam diselimuti api, sambil berteriak.
Sehari sebelum mengakhiri hidupnya, Masyam dikagetkan oleh pesan singkat yang dikirim oleh Sona, yang intinya memutuskan hubungan mereka, karena tidak direstui oleh ayahnya. "Kamu harus pergi karena saya tidak bisa, Maysam, maaf," ujar Sona, dalam pesan singkatnya.
Masyam, sendiri memiliki riwayat depresi. Tercatat ia pernah mengancam akan bunuh diri, sesaat baru menjalin hubungan dengan Sona.
Oktober tahun lalu, Masyam menelepon kekasihnya memberitahu dirinya akan melompat dari jembatan Westminster. Namun upaya bunuh diri Masyam berhasil digagalkan setelah, Sona menghampirinya dan mengajaknya bicara.
Sebelumnya, ia mengatakan akan menenggak banyak obat hingga overdosis jika kekasihnya Sona tidak mencintainya lagi, seorang petugas asrama kemudian menemukannya di kamar dengan pil.
Menurut pemberitaan Dailymail, Masyam merupakan seorang pekerja pengeboran minyak di Iran, sebelum melarikan diri ke Inggris, saat konflik politik di Iran, dan diberikan izin menetap di Inggris.
Ia kemudian tinggal di Kota Newcastle dimana ia bertemu dengan Sona, sebelum pindah ke Kota London.
Editor : mufti
Sumber : Tribunnews
