- Pria Nekat Malak Anggota Polisi
- Tiga Orang Ditangkap karena Bawa Senjata Api
- Kritis, Reza Dirujuk ke Medan
- Anak Polisi Tertembak di Kepala
- Pengendara Sepeda Motor Tewas
- Tebang Pohon Pinang, Polisi Aniaya Warga
- Jambret Dihadiahi Timah Panas
- Bergaya bak Koboi, Brigadir Iid Terancam Dipecat
- Tips Jika Kaki Terkilir
- Korban KDRT Meninggal Dunia
“Kita perkirakan (meninggal) kurang lebih dari satu tahun, karena proses pembusukan hingga menjadi tulang belulang memakan waktu sekitar setahun,” sebut Dr Surjith Singh, kepala Instalasi Kedokteran Forensik Pringadi Medan, ketika ditemui di ruang mayat RSU Pringadi Medan, Jumat (17/2/2012).
Lebih lanjut, Surjith mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan jasad seseorang cepat menjadi tulang belulang, di antaranya kelembaban udara, ruangan tertutup, dan panas matahari.
“Saat ini kita belum bisa memberikan komentar apakah ada tanda kekerasan yang ditemukan atau tidak. Namun kalau pun proses tewasnya ada penganiayaan, dapat dilihat dari tulangnya, apakah ada yang retak atau rusak,” terangnya
Surjit mengatakan, untuk proses otopsi sendiri, tergantung pihak kepolisian.
Sementara itu, keponakkan korban, Lodwik, ketika ditemui di ruangan mayat, tak berkomentar banyak terkait kematian pamannya.
“Sudah sekitar 7 bulanan kami tidak ketemu, kasus kehingan juga sebelumnya telah kami laporkan,” sebutnya sambil meninggalkan wartawan.
Lodweik yang saat itu ditemani ayahnya, selalu menghindar ketika ditanyai wartawan. Bahkan untuk menghindari percakapan dengan wartawan, mereka selalu berbahasa mandarin.
“Sudahlah ya, nggak tahu saya,” ucapnya kepada wartawan. Sebelumnya, dr Suyanto ditemukan, tinggal tulang belulang ketika empat pekerja yang hendak membersihkan rumah di Jl Cokrominoto No 6/6 D.
Namun ketika pekerja mendobrak salah satu kamar di rumah tersebut, ternyata mereka menemukan kerangka dr Suyanto.
