Droe Keu Droe

Untuk RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh

PADA 10 Desember 2011 lalu, istri saya menjalani pemeriksaan jantung di Island Hospital, Penang, Malaysia. Hasil pemeriksaan Caronary

PADA 10 Desember 2011 lalu, istri saya menjalani pemeriksaan jantung di Island Hospital, Penang, Malaysia. Hasil pemeriksaan Caronary Angiogram dengan diagnosa CAD, HPT dan rencana tindakan PTCA stent. Untuk pelaksanaan tindakan tersebut diperlukan biaya RM 17.000 (sekitar Rp 49 juta).

Mengingat besarnya biaya yang diperlukan, maka kami sebangai peserta Asuran Kesehatan (Askes), ingin memanfaatkan fasilitas pelayanan ini di Aceh, yaitu di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Tapi setelah kami cek, daya tampungnya terbatas. Banyak pasien/penderita yang ingin dapat perawatan dan tindakan operasi, waktu itu, harus menunggu lama.

Karena itu, kami kemudian memutuskan untuk berobat di Unit Pelayanan Jantung Terpadu di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Namun, sebelumnya pada 29 Desember 2011, istri saya datang ke Poliklinik Jantung RSUZA Banda Aceh untuk meminta surat rujukan pasien supaya bisa berobat di Jakarta.

Ternyata istri saya gagal mendapatkan surat rujukan pasien, karena dokter yang bertugas di Poliklinik Jantung RSUZA tidak mau mengeluarkan surat rujukan pasien. Alasannya kerena RSUZA Banda Aceh sudah ada dokter dan alatnya, tidak perlu ke Jakarta.

Meski demikian, akhirnya kami tetap ke Jakarta. Pada 9 Januari 2012, istri saya berobat ke Pelayanan Jantung Terpadu di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, tanpa surat rujukan pasien dari RSUZA Banda Aceh. Dan, alhamdulillah, berkat pertolongan Allah swt, istri saya berhasil berobat di sini dan tak perlu mengeluarkan biaya karena semuanya ditanggung oleh PT Askes Indonesia.

Hikmah atau pelajaran apa yang dapat dipetik dari kasus pengalaman istri saya di atas? Hikmahnya antara lain adalah penderita (pasien) menghendaki atau menginginkan kemudahan dan kualiatas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Jika mudah mengapa dipersulit?

Rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan yang prima kepada semua pasien. Rumah sakit harus mengutamakan pelayanan pasien dari pada prosedur administrasi, sebab fungsi administrasi hanya sebagai penunjang pelayanan. Rumah sakit hendaknya dapat memberikan surat rujukan pasien bagi yang ingin berobat keluar daerah, sehingga dapat mengurangi jumlah pasien dalam daftar tunggu untuk diambil tindakan (operasi dan sebagainya).

Dan, terakhir, khusus kepada RSUZA Banda Aceh, kami menyarankan agar dapat memperbaiki manajemen pelayanan kepada pasien, sehingga pasien dapat terlayani dengan mudah, murah dan nyaman. Ini untuk kebaikan kita semua, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Terima kasih kepada Serambi yang sudah berkenan memuat ‘curhat’ kami ini.

Hasbullah Tjoetgam
Banda Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved