Alat Rontgen RS Bireuen Rusak
Di Bireuen memang ada rumah sakit swasta yang memiliki rontgen, tapi pasien harus mengeluarkan biaya
“Di Bireuen memang ada rumah sakit swasta yang memiliki rontgen, tapi pasien harus mengeluarkan biaya. Sedangkan di rumah sakit pemerintah biayanya dibebankan kepada program kesehatan pasien itu sendiri. Karena rontgen kita rusak, maka warga yang memerlukan rontgen di rumah sakit umum harus ke Lhokseumawe,” kata petugas medis di rumah sakit itu kepada Serambi, kemarin.
Amatan Serambi, kemarin, di ruang radiologi rumah sakit itu tak ada petugas serta pintu tertutup yang telah tertempel pengumuman itu. Seorang medis mengatakan, alat itu sedang diperbaiki karena sudah lama dipakai.
Kabid Pelayanan Medis RSUD Bireuen, dr Syamsidar SpS SH mengatakan alat itu bantuan Gitec Jerman lima tahun lalu. “Yang rusak hanya alat untuk memproses hasil rontgen. Melakukan rontgen bisa, tapi hasilnya tak jelas terutama jenis penyakit bagian dalam. Kalau merekam patah tulang dan lainnya masih bisa. Kami sedang menunggu alat baru dari Jakarta yang sudah kami pesan. Kemungkinan lusa sudah normal kembali,” ujarnya.(yus)
informasi untuk pasien
- Bagi pasien yang memerlukan rontgen untuk mengetahui retak tulang dan sejenisnya masih bisa dilakukan
- Bagi pasien untuk mengetahui jenis penyakit dalam tidak terlihat jelas, sebaiknya dirujuk ke RS di Lhokseumawe
- Pasien dari poli, jadwal rontgennya bisa ditunda
- RSUD sedang menunggu alat baru
- Diperkirakan Senin pekan depan alat tersebut sudah berfungsi kembali