Rabu, 10 Juni 2026

Tafakur

Mudah Berkeluh Kesah

Suka berangan-angan tinggi, tetapi begitu mudah berkeluh kesah. Itulah tabiat kita manusia

Tayang:
Editor: hasyim
Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan bertabiat berkeluh kesah dan juga kikir” (QS. al-Ma’arij: 19).

Suka berangan-angan tinggi, tetapi begitu mudah berkeluh kesah.  Itulah tabiat kita manusia. Begitu mudah kehilangan kendali dalam hidup ini. Ketika diberikan sedikit kesusahan atau kekurangan, kita manusia seringkali begitu cepat mengeluh dan tidak sabar. Sedangkan ketika diberikan sedikit kesenangan atau kelebihan harta, manusia menjadi kikir (QS. al-Ma’arij: 20-21).

Padahal tak tertutup kemungkinan, terdapat sejumlah hikmah yang besar di balik semua itu. Suatu kekurangan atau musibah bisa menjadi pertanda sedang diuji kebenaran keimanan seorang hamba oleh Allah. Apalagi Allah pernah mengingatkan kepada manusia agar jangan begitu saja mengaku beriman kalau belum diuji. Dan setiap ujian yang diberikan selalu dalam batas-batas kemampuan manusia untuk mengalaminya. Namun demikian, sebahagian manusia enggan memahaminya.

Namun, ada sebahagian manusia yang beriman di muka bumi ini dan mampu mengendalikan diri, sehingga mendapat pujian dari Allah.  Orang-orang beriman tidak mudah berkeluh-kesah dalam keadaan bagaimanapun. Orang-orang ini adalah yang benar-benar mendirikan shalat dan tetap mengerjakan shalatnya; orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai datngnya Hari Pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya (QS al-Ma’arij: 22-27).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved