Ketua Pusat Lantik Pengurus POPTI Banda Aceh
Ketua Umum Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Pusat, H Ruswandi, Sabtu (18/2), melantik pengurus
BANDA ACEH - Ketua Umum Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Pusat, H Ruswandi, Sabtu (18/2), melantik pengurus POPTI Banda Aceh periode 2012-2014, di Anjong Mon Mata. Perhimpunan orang tua penderita kelainan darah sejak sejak lahir itu, diketuai dr Heru Noviat Herdata SpA (K).
Acara pelantikan POPTI cabang ke-25 di Indonesia itu dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Aceh, Marwan Sufi, Kadis Kesehatan Aceh, dr A Yani, para medis, dan sekitar 60 penderita talasemia dan orang tua dari seluruh Aceh.
Pada acara itu juga digelar lomba mewarnai yang diikuti sekitar 40 penderita talasemia. Juga ada donor darah dan workshop tentang “Deteksi Dini Penderita Talasemia Demi Peningkatan Kualitas Hidup Pasien”. Pematerinya Ruswandi, dr Heru Noviat SpA (K) dan dr M Riswan SpPD.
Ketua Umum POPTI Pusat dalam sambutannya mengharapkan POPTI Banda Aceh bisa menjadi wadah komunikasi bagi para orang tua penderita talasemia dan petugas medis di Aceh. Sementara Marwan Sufi mengatakan, saat ini tercatat sekitar 100 penderita talasemia di Aceh, dari usai 1-36 tahun.
Sedangkan Ketua Umum POPTI Cabang Banda Aceh, dr Heru Noviat SpA mengatakan, talasemia merupakan penyakit genetik yang diderita seumur hidup dan sampai saat ini, transfusi darah, masih merupakan pengobatan utama untuk mengulangi anemia pada penderita penyakit tersebut.
“Selain dengan transfusi darah, penderita diberi tiga jenis obat yang harus diminum setiap hari. Vitamin E, asam folat, dan kelasi besi. Biayanya pun tidak sedikit. Selama ini pasien mengandalkan program JKA, Jamkesmas, dan Jaminan talasemia (Jampertas),” kata dr Heru didampingi Humas Drs Saifullah Abdulgani MKes.(c47)