Pengemis Ramai Lagi di Banda Aceh
Pengemis mulai terlihat ramai lagi di Kota Banda Aceh. Mereka sering terlihat mendatangi cafe-cafe di ibukota Provinsi Aceh ini
Amatan Serambi di Cafe Corner Simpang Lima, Cafe 3in1 Lampineung, dan tempat penjualanan Bandrek di Peuniti, pengemis yang masuk dalam satu jam bisa dua hingga empat orang. Ada yang membawa map sumbangan untuk dayah, sumbangan untuk anak yatim, dan sumbangan untuk pembangunan masjid/dayah.
Ada pula yang membawa serta bayinya untuk meminta belas kasihan para pengunjung cafe atau warung. Kebanyakan dari para pengemis itu terlihat sehat dan tak ada kecacatan pada tubuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banda Aceh, Drs Purnama Karya mengakui saat ini pengemis lebih banyak masuk ke cafe-cafe dari pada berdiri di persimpangan lampu merah. Ia meminta pemilik cafe agar tidak mengizinkan pengemis masuk ke cafe, atau melapor ke nomor handphone 08126984137.
“Kita menghimbau masyarakat jangan membiasakan memberi uang kepada pengemis. Kebiasaan inilah yang membuat mereka betah menjadi pengemis,” kata Purnama kepada Serambi, Sabtu (18/2).
Purnama mengatakan, Jumat (17/2) lalu, saat penertiban di cafe kawasan Ulee Kareng, petugasnya mengamankan tiga pengemis, dua orang sudah dikembalikan ke daerah asal mereka dan satu orang lagi dititipkan kembali di Panti Aneuk Nanggroe, Mata Ie. “Tahun lalu kami menertibkan sekitar 172 pengemis dan tak sedikit dari mereka kembali ke Banda Aceh untuk mengemis,” katanya lagi.(c47)