Wadah Silaturrahmi
Minggu, 19 Februari 2012 10:55 WIB
Berita Terkait
- Parkir Sembarangan, Motor PNS Diangkut Petugas
- Mengendarai Motor Dengan Keadaan Mabuk, Kakak-Adik…
- Curi Moge, Sarjana Dibekuk Polisi
- Petugas Bea Dan Cukai Gagalkan Penyelundupan Heroin…
- Sindikat Curanmor Dan Pembobol Rumah Digulung Polisi
- Geng Motor Beraksi, Seorang Warga Terkena Sabetan…
- DP Suzuki Nex Cuma Rp 1,3 Juta
- Punggung Dibacok, Motor Dirampas
- Razia Geng Motor Ricuh
- Usai Akad Nikah Digelandang Polisi
KOCAB masih tergolong muda, tapi para perintisnya tetap berusaha agar anggotanya semakin banyak. Pasalnya keberadaan motor C-70 di Aceh Barat masih cukup banyak.
“Kita berupaya ke depan jumlah anggota akan terus bertambah dan bisa menjadi organisasi yang besar sebagai wadah silaturahmi sesama anggota,” ujar Fahmi, Ketua Kocab.
Dijelaskannya, ajang silaturrahmi selain kumpul bareng setiap Sabtu malam di Taman Bunga Bundaran Samping Masjid Nurul Huda menjadi wadah saling membantu dan tolong menolong sesama anggota.
Bahkan bila ada waktu kosong, anggota komunitas yang didirikan 2011 lalu ini melakukan bakti sosial, sekaligus ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa motor tua cukup banyak diminati.
Fahmi menambahkan, tujuan Kocab juga melestarikan kendaraan yang sudah tua dan dimakan usia. Shingga keberadaan C-70 tetap menjadi unik dan langka. “Apalagi bila dilihat usia, jumlah pajak yang harus dibayar cukup murah,” ujarnya sambil tertawa.
Ia berharap jika ada masyarakat Meulaboh lainnya yang ingin bergabung, silakan saja. “Kami tidak pandang bulu, siapapun pasti kami terima sebagai anggota, karena tujuan utama komunitas ini mempererat tali silaturrahmi,” demikian Fahmizar.(rizwan)
“Kita berupaya ke depan jumlah anggota akan terus bertambah dan bisa menjadi organisasi yang besar sebagai wadah silaturahmi sesama anggota,” ujar Fahmi, Ketua Kocab.
Dijelaskannya, ajang silaturrahmi selain kumpul bareng setiap Sabtu malam di Taman Bunga Bundaran Samping Masjid Nurul Huda menjadi wadah saling membantu dan tolong menolong sesama anggota.
Bahkan bila ada waktu kosong, anggota komunitas yang didirikan 2011 lalu ini melakukan bakti sosial, sekaligus ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa motor tua cukup banyak diminati.
Fahmi menambahkan, tujuan Kocab juga melestarikan kendaraan yang sudah tua dan dimakan usia. Shingga keberadaan C-70 tetap menjadi unik dan langka. “Apalagi bila dilihat usia, jumlah pajak yang harus dibayar cukup murah,” ujarnya sambil tertawa.
Ia berharap jika ada masyarakat Meulaboh lainnya yang ingin bergabung, silakan saja. “Kami tidak pandang bulu, siapapun pasti kami terima sebagai anggota, karena tujuan utama komunitas ini mempererat tali silaturrahmi,” demikian Fahmizar.(rizwan)
Editor : bakri
