Emas Wardani Hilang di Mobil Penumpang L-300
Senin, 20 Februari 2012 09:15 WIB
Berita Terkait
- Perampokan Minimarket Terencana dan Terorganisir
- Pencuri Sebatang Kayu Jati Tetap Ditahan
- Tersangka Perampok Minimarket Ditangkap
- Polisi Air Tangkap Nelayan Pencuri Kabel
- Perampok Toko Emas Dilatih Bekas Anggota TNI
- Maling Bobol Kamar Kos
- Berusaha Kabur, Pencopet Dilumpuhkan Timah Panas
- Curi Moge, Sarjana Dibekuk Polisi
- Sepmor Perawat Diembat Maling
- Pencuri Sepmor Dibabakbelurkan Massa
IDI - Tiga mayam gelang emas milik Wardani hilang saat ia dalam perjalanan dari Lhokseumawe menuju Kota Peureulak. Warga Simpang Empat, Lhokseumawe itu pun baru menyadari gelangnya raib, sesaat setelah ia berada di mobil angkutan umum L-300 yang ditumpanginya, Minggu (19/2), sekira pukul 12.00 WIB.
Saat berada di mobil dimaksud, Wardani yang duduk di bangku depan, sempat berbincang-bincang dengan Muslem Yusuf, sopir mobil itu. Karena perbincangan mereka mengalir, Wardani pun tanpa sungkan melayani seluruh obrolan sang sopir. Hingga akhirnya, perbincangan mereka jeda saat Muslem meminta Wardani mengambil kain, ketika mobil itu hendak mengisi bahan bakar di Lhoksukon.
Kala itu, Wardani msempat melihat gelang dimaksud masih berada di tangannya. Saat mobil L-300 BL 1402 NL itu mulai melaju lagi, Wardani dan Muslem pun kembali terlibat pembicaraaan serius. Tanpa diketahui, obrolan mereka kembali terhentik ketika mbil angkutan itu kembali mengisi bahan bakar di SPBU Lhok Nibong.
“Ketika di sana, sopir sempat mengajak saya minum. Namun, ajakan itu kembali dibatalkan dengan kembali memukul tangan saya, seraya menyuruh saya menoleh ke belakang,” Ujar Wardani kepada Prohaba, kemarin.
Setiba di Simpang Ulim, Wardani baru sadar, gelang emas di tangannya sudah tidak ada lagi. Wardani pun mulai panik. Dia pun mencoba mencari-cari gelang emas tiga mayam itu. Sampai akhirnya Wardani teringat, terakhir mobil penumpang itu berhenti lagi SPBU Idi Rayeuk, dengan maksud mengisi bahan bakar.
Usai pengisian bahan bakar, Muslem bermaksud memutar haluan mobilnya kembali ke Lhokseumawe, dengan alasan penumpangnya tak ada lagi selauin Wardani. Sementara Wardani, akan ditransitkan melalui mobil penumpang lainnya.
Namun, Wardani tidak mau. Dia tetap bersikeras ingin diantarkan sampai ke Peureulak. Hingga akhirnya, Wardani mengarahkan tinju keras ke muka Muslem di terminal tipe C Peureulak.
Selepas itu, Wardani langsung ke Kepolisian Sektor (Polsek) Peureulak, untuk melaporkan kasus hilangnya gelang emas tersebut. Laporan tersebut diterima Kanit Reskrim Polsek Peureulak Kota, Bripka Darliswan.
“Untuk sementara, kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami tengah menyelidiki, apakah ada unsur penipuan, hipnotis, atau lainnya dalam kasus hilangnya gelang saudari Wardani ini,” pungkas Darliswan.(na)
Saat berada di mobil dimaksud, Wardani yang duduk di bangku depan, sempat berbincang-bincang dengan Muslem Yusuf, sopir mobil itu. Karena perbincangan mereka mengalir, Wardani pun tanpa sungkan melayani seluruh obrolan sang sopir. Hingga akhirnya, perbincangan mereka jeda saat Muslem meminta Wardani mengambil kain, ketika mobil itu hendak mengisi bahan bakar di Lhoksukon.
Kala itu, Wardani msempat melihat gelang dimaksud masih berada di tangannya. Saat mobil L-300 BL 1402 NL itu mulai melaju lagi, Wardani dan Muslem pun kembali terlibat pembicaraaan serius. Tanpa diketahui, obrolan mereka kembali terhentik ketika mbil angkutan itu kembali mengisi bahan bakar di SPBU Lhok Nibong.
“Ketika di sana, sopir sempat mengajak saya minum. Namun, ajakan itu kembali dibatalkan dengan kembali memukul tangan saya, seraya menyuruh saya menoleh ke belakang,” Ujar Wardani kepada Prohaba, kemarin.
Setiba di Simpang Ulim, Wardani baru sadar, gelang emas di tangannya sudah tidak ada lagi. Wardani pun mulai panik. Dia pun mencoba mencari-cari gelang emas tiga mayam itu. Sampai akhirnya Wardani teringat, terakhir mobil penumpang itu berhenti lagi SPBU Idi Rayeuk, dengan maksud mengisi bahan bakar.
Usai pengisian bahan bakar, Muslem bermaksud memutar haluan mobilnya kembali ke Lhokseumawe, dengan alasan penumpangnya tak ada lagi selauin Wardani. Sementara Wardani, akan ditransitkan melalui mobil penumpang lainnya.
Namun, Wardani tidak mau. Dia tetap bersikeras ingin diantarkan sampai ke Peureulak. Hingga akhirnya, Wardani mengarahkan tinju keras ke muka Muslem di terminal tipe C Peureulak.
Selepas itu, Wardani langsung ke Kepolisian Sektor (Polsek) Peureulak, untuk melaporkan kasus hilangnya gelang emas tersebut. Laporan tersebut diterima Kanit Reskrim Polsek Peureulak Kota, Bripka Darliswan.
“Untuk sementara, kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami tengah menyelidiki, apakah ada unsur penipuan, hipnotis, atau lainnya dalam kasus hilangnya gelang saudari Wardani ini,” pungkas Darliswan.(na)
Editor : bakri
