Iran Hentikan Ekspor Minyak ke Inggris dan Perancis
Senin, 20 Februari 2012 00:49 WIB
Berita Terkait
- Schumi Tukar Helm dengan Rossi dan Bicara tentang…
- Lorenzo Juara, Rossi Menangi Duel Dramatis dengan…
- Stoner Pensiun, Rossi Punya Peluang ke Honda
- Lagi, Stoner Pimpin Dominasi Repsol Honda
- Pebalap Inggris Tewas di Arena Speedway
- Harga Minyak OPEC Turun
- Perjuangan Dramatis Antar City Juara Premier League
- Menang 1-0, MU Runner-Up
- Tottenham Menang, Tiket Champions Belum Aman
- Radio Nederland Berhenti Siaran
SERAMBINEWS.com, TEHERAN - Iran telah menghentikan ekspor minyak ke perusahaan-perusahaan Inggris dan Prancis, beberapa bulan sebelum embargo Uni Eropa terhadap minyak Iran mulai berlaku. Demikian pernyataan Kementerian Perminyakan Iran seperti dilansir xinhua, Minggu (19/2/2012).
Juru bicara Kementerian Perminyakan Iran, Alireza Nikzad-Rahbar mengatakan, sebagaimana sebelumnya telah diumumkan Menteri Perminyakan tentang kemungkinan menghentikan ekspor minyak ke beberapa negara Uni Eropa (UE), "Kementerian Perminyakan telah menghentikan penjualan minyak ke perusahaan-perusahaan Inggris dan Perancis."
Republik Islam Iran tidak memiliki masalah dalam menjual minyak mentahnya kepada pelanggan. "Kami memiliki pelanggan sendiri dan pengganti perusahaan (Inggris dan Perancis), telah dipertimbangkan dan kami akan menjual minyak mentah ke pelanggan baru, sebagai pengganti perusahaan Inggris dan Perancis." ujar Nikzad.(*)
Juru bicara Kementerian Perminyakan Iran, Alireza Nikzad-Rahbar mengatakan, sebagaimana sebelumnya telah diumumkan Menteri Perminyakan tentang kemungkinan menghentikan ekspor minyak ke beberapa negara Uni Eropa (UE), "Kementerian Perminyakan telah menghentikan penjualan minyak ke perusahaan-perusahaan Inggris dan Perancis."
Republik Islam Iran tidak memiliki masalah dalam menjual minyak mentahnya kepada pelanggan. "Kami memiliki pelanggan sendiri dan pengganti perusahaan (Inggris dan Perancis), telah dipertimbangkan dan kami akan menjual minyak mentah ke pelanggan baru, sebagai pengganti perusahaan Inggris dan Perancis." ujar Nikzad.(*)
Editor : snajli
Sumber : Serambi Indonesia

