- Populasi Gajah di Aceh Kian Terancam
- Sheikh Uni Emirat Arab Hapus Utang Warganya
- Serangan AL Internasional Rugikan Nelayan Somalia
- Polisi Tahan Pria Penelan Berlian Seharga Rp 200 Juta
- Rumah Tersedot Lubang Raksasa
- Pesawat Militer Pakistan Tabrakan di Udara, 4 Pilot…
- Dilarang Masuk Ke Stadion, Shah Rukh Khan Adu Otot
- Konstruksi Dam Ambrol Tewaskan Empat Orang
- Harga Minyak OPEC Turun
- Serangan Bersenjata Tewaskan Enam Tentara
SERAMBINEWS.COM, PENNSYLVANIA - Pada tahun 1993, ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ular minum dengan cara menyedot air lewat mulut, persis seperti cara manusia minum dengan sedotan.
Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh David Cundall dari Lehigh University di Pennsylvania menyanggah hasil penelitian tersebut.
Cundall menggunakan sensor tekanan pada mulut ular boa, Agkistrodon piscivorus, Heterodon platirhinos dan Pantherophis spiloides untuk mendeteksi cara ular minum.
Hasilnya, peneliti tidak menemukan adanya mekanisme menyedot seperti yang dikemukaan dalam penelitian sebelumnya. Cundall malah menduga bahwa ular minum dengan bantuan jaringan kulit.
Jaringan kulit yang dimmaksud terdapat di bagian rahang bawah dan memiliki lipatan serta pori yang mirip spons. Air akan tertampung di jaringan kulit ini lewat proses kapilaritas.
Saat akan minum, ular membuka mulut dan mencelupkannya ke air. Setelah air tertampung, ular memeras jaringan kulit sehingga airnya mengalir ke saluran pencernaan.
Menurut Cundall, cara ini lebih masuk akal. Lidah ular terlalu kecil untuk mendukung penyedotan. Ular juga tak bisa menengadahkan kepala sehingga bisa minum seperti manusia.
Hasil penelitian Cundall sipublikasikan di Journal of Experimental Zoology pada 6 Februari 2012
