Banda Aceh Tuan Rumah Divisi I
Selasa, 21 Februari 2012 08:52 WIB
Berita Terkait
- Timnas Indonesia Siap Ladeni Palestina
- Tanpa Gol
- Coke Kicks Wujudkan Mimpi Anak Aceh Berlatih Bola
- Waspadai Kebangkitan Lawan
- Menanti Penguasa Benua Biru
- Pagi Ini Johar Buka Piala Danone Aceh
- Putra Banna Diskualifikasi
- SSB Bintang Garuda Siap Bikin Kejutan
- 48 Klub Ramaikan Turnamen Hamas
- Persipa Tenggelamkan TPI Meureudu
BANDA ACEH - Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Aceh dan lima klub peserta menyepakati penetapan Banda Aceh sebagai tuan rumah divisi I Liga Indonesia musim 2011/2012. Kompetisi kasta ketiga ini bakal digulirkan 25 Februari itu, terancam batal kalau PSSI Pusat tidak mencairkan dana Rp 50 juta kepada lima klub hingga 22 Februari.
Wakil Ketua PSSI Aceh Bidang Kompetisi dan Alih Status, Bahrul Jamil kepada Serambi kemarin mengatakan, penetapan tuan rumah pelaksanaan kompetisi disepakati oleh Aceh Utara FC, Persidi Idi, PSAB Aceh Besar, Persal Aceh Selatan dan PS Pidie Jaya. Sedangkan Persas Sabang tidak hadir dalam rapat di Kantor KONI Aceh, karena sudah menyatakan mundur akibat tak cukup dana ikut kompetisi. “Rapat membahas tentang pelaksanaan kompetisi, penetapan tuan rumah, dan pernyataan sikap terhadap dana Rp 50 juta yang belum dicairkan PSSI,” ujar BJ, sapaan akrab Bahrul Jamil.
Menurut BJ, kelima klub sepakat tidak ada kompetisi PSSI Pusat tidak mencairkan sisa dana Rp 50 juta untuk lima klub peserta. Mereka memberi batas waktu hingga 22 Februari untuk mencairkan dana yang telah dijanjikan oleh PSSI. Sebelumnya, PSSI menjanjikan tiap klub mendapatkan jatah dana Rp 100 juta dalam pertemuan di Jakarta. Sedangkan dana Rp 50 juta sudah dicairkan untuk persiapan tim. “Kelima klub dengan tegas menyatakan tak ada pertandingan di Grup I bila hingga 22 Februari belum dicairkan dana 50 juta,” tegasnya. Dikatakan Bahrul Jamil, rapat yang turut dihadiri Sekretaris Umum PSSI Aceh, HT Hermansyah beserta pengurus lain menyetujui PSSI Aceh sebagai panitia pelaksaan kompetisi. Dalam pertemuan itu, belum disepakati pengunaan Stadion H Dimoerthala, Lampineung dan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya sebagai tempat pergelaran pertandingan. “Kita belum menentukan stadion mana digunakan. Tapi akan diusahakan agar tak beradu dengan jadwal pertandingan Divisi Utama dan IPL di Banda Aceh,” demikian BJ.(hd)
Wakil Ketua PSSI Aceh Bidang Kompetisi dan Alih Status, Bahrul Jamil kepada Serambi kemarin mengatakan, penetapan tuan rumah pelaksanaan kompetisi disepakati oleh Aceh Utara FC, Persidi Idi, PSAB Aceh Besar, Persal Aceh Selatan dan PS Pidie Jaya. Sedangkan Persas Sabang tidak hadir dalam rapat di Kantor KONI Aceh, karena sudah menyatakan mundur akibat tak cukup dana ikut kompetisi. “Rapat membahas tentang pelaksanaan kompetisi, penetapan tuan rumah, dan pernyataan sikap terhadap dana Rp 50 juta yang belum dicairkan PSSI,” ujar BJ, sapaan akrab Bahrul Jamil.
Menurut BJ, kelima klub sepakat tidak ada kompetisi PSSI Pusat tidak mencairkan sisa dana Rp 50 juta untuk lima klub peserta. Mereka memberi batas waktu hingga 22 Februari untuk mencairkan dana yang telah dijanjikan oleh PSSI. Sebelumnya, PSSI menjanjikan tiap klub mendapatkan jatah dana Rp 100 juta dalam pertemuan di Jakarta. Sedangkan dana Rp 50 juta sudah dicairkan untuk persiapan tim. “Kelima klub dengan tegas menyatakan tak ada pertandingan di Grup I bila hingga 22 Februari belum dicairkan dana 50 juta,” tegasnya. Dikatakan Bahrul Jamil, rapat yang turut dihadiri Sekretaris Umum PSSI Aceh, HT Hermansyah beserta pengurus lain menyetujui PSSI Aceh sebagai panitia pelaksaan kompetisi. Dalam pertemuan itu, belum disepakati pengunaan Stadion H Dimoerthala, Lampineung dan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya sebagai tempat pergelaran pertandingan. “Kita belum menentukan stadion mana digunakan. Tapi akan diusahakan agar tak beradu dengan jadwal pertandingan Divisi Utama dan IPL di Banda Aceh,” demikian BJ.(hd)
Editor : bakri
