BPPD Aceh Gelar Simulasi Kebakaran di Dayah Al-Manar
Selasa, 21 Februari 2012 10:00 WIB
Berita Terkait
- Sejumlah Organisasi Galang Dana Korban Kebakaran
- 50 Hektar Gambut di Aceh Barat Terbakar
- Rumah Purnawirawan TNI Terbakar
- Pabrik Kopra Pemuda Terbakar
- Rumah Janda Miskin di Mila Terbakar
- Hujan Badai Terjang Medan
- KM Bina Bersama Dilalap Api, Lima Warga Singkil Terbakar
- Rumah Warga Cot Saleut Terbakar
- Mobil Pemadam Meledak, Puluhan Warga Luka
- Dapur Rumah Terbakar, Warga Panik
BANDA ACEH - Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh mengadakan simulasi penyelamatan santri dari peristiwa kebakaran, di Pesantren Modern Al-Manar, Aceh Besar, Minggu (19/2). Kegiatan itu bertujuan menumbuhkan sikap kesiagaan para santri, terhadap bencana yang bisa terhadi kapan saja.
Simulasi diawali dengan terlihatnya asap mengepul dan kian membesar di salah satu sisi bangunan ruang kelas. Tak lama, seorang siswa piket yang melihat asap tebal, langsung berteriak “Kebakaran… kebakaran... kebakaran....”.
Teriakan itu pun diikuti suara lonceng yang dibunyikan bertalu-talu. Bersamaan itu, kepanikan dan teriakan terdengar dari segala penjuru. Seluruh santri Dayah Al-Manar berlarian dengan wajah tegang, pucat, dan raut khawatir, berkumpul di lapangan yang telah disediakan.
Beberapa saat kemudian, terdengar sirine mobil pemadam kebakaran dan ambulan datang. Sekitar 10 petugas pemadam kebakaran yang mengenakan pakaian tahan api langsung mendekati ruang kelas yang terbakar dan berusaha memadamkan api.
Di halaman sekolah, para santri telah berkumpul, ada yang bershalawat dan mengumandangkan adzan sembari menunggu api dipadamkan dan para santri yang terjebak dalam ruangan, ditolong oleh tim P3K. Dalam simulasi itu, santri yang terjebak bisa diselamatkan, sementara ruang kelas ludes terbakar.
Kegiatan itu merupakan kerja sama BPPD Aceh, DPRA, dan UNDP. Fahmi Yunus, National Project Coordinator, DRRA, UNDP, mengatakan kegiatan ini adalah kelanjutan dari program pengintegrasian pendidikan bencana ke dalam kurikulum sekolah yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Aceh dan sudah diterapkan di 11 kabupaten/kota di Aceh.(saf/rel)
Simulasi diawali dengan terlihatnya asap mengepul dan kian membesar di salah satu sisi bangunan ruang kelas. Tak lama, seorang siswa piket yang melihat asap tebal, langsung berteriak “Kebakaran… kebakaran... kebakaran....”.
Teriakan itu pun diikuti suara lonceng yang dibunyikan bertalu-talu. Bersamaan itu, kepanikan dan teriakan terdengar dari segala penjuru. Seluruh santri Dayah Al-Manar berlarian dengan wajah tegang, pucat, dan raut khawatir, berkumpul di lapangan yang telah disediakan.
Beberapa saat kemudian, terdengar sirine mobil pemadam kebakaran dan ambulan datang. Sekitar 10 petugas pemadam kebakaran yang mengenakan pakaian tahan api langsung mendekati ruang kelas yang terbakar dan berusaha memadamkan api.
Di halaman sekolah, para santri telah berkumpul, ada yang bershalawat dan mengumandangkan adzan sembari menunggu api dipadamkan dan para santri yang terjebak dalam ruangan, ditolong oleh tim P3K. Dalam simulasi itu, santri yang terjebak bisa diselamatkan, sementara ruang kelas ludes terbakar.
Kegiatan itu merupakan kerja sama BPPD Aceh, DPRA, dan UNDP. Fahmi Yunus, National Project Coordinator, DRRA, UNDP, mengatakan kegiatan ini adalah kelanjutan dari program pengintegrasian pendidikan bencana ke dalam kurikulum sekolah yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Aceh dan sudah diterapkan di 11 kabupaten/kota di Aceh.(saf/rel)
Editor : bakri
