Demokrat Minta Diana Buktikan Uang dari Anas
Selasa, 21 Februari 2012 19:25 WIB
Berita Terkait
- Angelina Sondakh Cuma Butuh Baju Ganti
- Anas Urbaningrum Lebih Baik Minta Pembuktian Terbalik
- Anas: Kalau Saya Korupsi, Tembak Saya
- Wiranto Tuding Ramadhan Pohan Lempar Tanggung Jawab
- Wiranto: Tuduhan Ramadhan Pohan Bodoh
- Mantan Pengurus Demokrat Sulut Pilih Diam
- Umar Arsal Minta Maaf ke Golkar dan PKS
- Anas: Kader Demokrat Kurangi Nonton TV
- Dinasehati BK, Ruhut Tertawa
- KPK bakal Periksa Anas Urbaningrum
SERAMBINEWS.com, JAKARTA — Diana Maringka, kader Demokrat dari Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, saat ini tengah diperiksa Komisi Pengawas Demokrat terkait aduannya mengenai aliran dana dari Anas saat Kongres di Bandung pada 2010.
Menurut Ketua Komisi Pengawas Demokrat TB Silalahi, pihaknya meminta Diana membuktikan pernyataannya jika benar ada politik uang dalam pemilihan Anas sebagai ketua umum partai Presiden SBY tersebut.
"Kalau benar, harus buktikan. Saat ini mereka (anggota komisi pengawas) masih bekerja di atas untuk memeriksa. Sekitar 7 orang sedang lakukan pemeriksaan," ujar TB Silalahi di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Menurutnya, saat mendatangi Komisi Pengawas, Diana membawa sebuah map, yang kini tengah diperiksa anggota Komisi Pengawas. Namun, kata TB Silalahi, pihaknya masih perlu melakukan verifikasi apakah dokumen yang dibawa Diana bisa dijadikan bukti valid.
"Kelihatannya dia bawa map, tetapi kami masih perlu verfikasi dan itu butuh waktu. Bawa uang setumpuk dan kuitansi pun masih perlu kami verifikasi. Bukti itu juga, kan, belum tentu bukti. Masih harus ada kejelasan lebih lanjut," paparnya.
Menurutnya, Demokrat belum menentukan apakah yang dilakukan Diana dengan berkoar-koar di media tanpa menunjukkan bukti termasuk melanggar aturan partai. Oleh karena itu, belum dibicarakan mengenai sanksi terhadap Diana.
"Kesalahan dia adalah kenapa dia teriak-teriak di media, tetapi bisa saja karena dia belum mengetahui prosedur. Komwas ini, kan, baru tiga bulan. Jadi, mungkin saja dia enggak tahu prosedurnya. Kita tanya dulu dia tahu prosedur tidak. Kalau dia tak tahu, berarti kami perlu kasih sosialisasi," ungkapnya.(Maria Natalia)
Menurut Ketua Komisi Pengawas Demokrat TB Silalahi, pihaknya meminta Diana membuktikan pernyataannya jika benar ada politik uang dalam pemilihan Anas sebagai ketua umum partai Presiden SBY tersebut.
"Kalau benar, harus buktikan. Saat ini mereka (anggota komisi pengawas) masih bekerja di atas untuk memeriksa. Sekitar 7 orang sedang lakukan pemeriksaan," ujar TB Silalahi di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Menurutnya, saat mendatangi Komisi Pengawas, Diana membawa sebuah map, yang kini tengah diperiksa anggota Komisi Pengawas. Namun, kata TB Silalahi, pihaknya masih perlu melakukan verifikasi apakah dokumen yang dibawa Diana bisa dijadikan bukti valid.
"Kelihatannya dia bawa map, tetapi kami masih perlu verfikasi dan itu butuh waktu. Bawa uang setumpuk dan kuitansi pun masih perlu kami verifikasi. Bukti itu juga, kan, belum tentu bukti. Masih harus ada kejelasan lebih lanjut," paparnya.
Menurutnya, Demokrat belum menentukan apakah yang dilakukan Diana dengan berkoar-koar di media tanpa menunjukkan bukti termasuk melanggar aturan partai. Oleh karena itu, belum dibicarakan mengenai sanksi terhadap Diana.
"Kesalahan dia adalah kenapa dia teriak-teriak di media, tetapi bisa saja karena dia belum mengetahui prosedur. Komwas ini, kan, baru tiga bulan. Jadi, mungkin saja dia enggak tahu prosedurnya. Kita tanya dulu dia tahu prosedur tidak. Kalau dia tak tahu, berarti kami perlu kasih sosialisasi," ungkapnya.(Maria Natalia)
Editor : snajli
Sumber : Kompas.com

