- Tabrak Lari, Saya Tidak Salah, Dia yang Nabrak Saya!
- Jambret Spesialis Mal Dihajar Massa
- Bawa Amunisi, Anak 12 Tahun Ditahan
- Pria Nekat Malak Anggota Polisi
- Perampokan Minimarket Terencana dan Terorganisir
- Tiga Orang Ditangkap karena Bawa Senjata Api
- Pencuri Sebatang Kayu Jati Tetap Ditahan
- Tersangka Perampok Minimarket Ditangkap
- Polisi Air Tangkap Nelayan Pencuri Kabel
- Pengedar Uang Palsu Bergambar Upin-Ipin Ditangkap
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Dewan Pimpinan
Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara,
Diana Maringka mengungkapkan dirinya siap mengembalikan dana senilai Rp
100 juta yang diberikan oleh kubu Anas Urbaningrum saat Kongres Demokrat
di Bandung 2010. Hal itu, kata Diana, akan dilakukan uang yang dimaksud
itu benar berasal dari proyek Wisma Atlet yang menuai masalah di
kalangan sejumlah oknum Demokrat.
Ditanya mengenai sumber uang, Diana mengaku tak tahu sama sekali kubu Anas mendapatkan dana itu dari mana. "Catat, kalau dana itu adalah dana Wisma Atlet saya siap mengembalikannya. Ada kalau yah. Saya enggak tahu sumbernya dari mana," ujar Diana usai memenuhi panggilan Komisi Pengawasan Demokrat di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (21/2/2012) malam.
Diana mengaku, tak ada motivasi khusus dalam membeberkan politik uang yang berkembang di Demokrat. Hanya karena ia mencintai Demokrat. Diana pun mengaku tak takut jika ada tekanan dalam partai atau sanksi pemecatan akibat pernyataan terang-terangannya di media. "Saya enggak bermaksud untuk membeberkan uang ini. Saya kan sekali lagi, karena saya cinta partai Demokrat," terangnya.
Seperti yang diketahui, Diana mengaku uang Rp 100 juta itu diterima di sebuah hotel di Bandung dari Umar Irzal. Tujuannya agar ia memilih Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurut Diana, 11 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Sulut menerima dana untuk pemenangan Anas. Uang itu diterima bertahap. Hari pertama Rp 30 juta. Sisanya, 7.000 dollar Amerika Serikat, diserahkan tiga jam menjelang pemilihan.
