Kejahatan dan Sedekah
Selasa, 21 Februari 2012 09:58 WIB
Oleh Jarjani Usman
Dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap muslim wajib bersedekah” (HR. Imam Muslim).
Kejahatan memang sangat meresahkan. Apalagi bila sudah demikian merajalela. Namun, penting juga diingat kembali bahwa banyaknya kejahatan yang terjadi dalam masyarakat bisa menjadi pertanda sudah begitu berkurang kebiasaan kita dalam bersedekah. Sedekah bisa mengurangi dan bahkan menghapus kejahatan. Dengan kata lain, semakin banyak bersedekah, semakin sedikit kejahatan terjadi, dan bila setiap orang mau bersedekah, akan hilanglah kejahatan.
Sebagaimana ketika ditanyakan kepada Rasulullah tentang apa pendapatnya jika seseorang tidak mempunyai sesuatu untuk bersedekah yang katanya wajib bagi setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda: “Dia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia dapat bermanfaat kepada dirinya dan bersedekah”. Ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu, jika ia tidak mampu?” Rasulullah SAW bersabda: “Dia dapat membantu orang dalam keperluan mendesak.” Ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu, bila tidak mampu?” Rasulullah SAW bersabda: Dia dapat memerintahkan kebaikan. Masih ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu jika ia tidak melakukannya?” Rasulullah SAW bersabda: “Dia dapat menahan diri dari berbuat kejahatan, karena itu adalah sedekah” (HR. Imam Muslim).
Dengan demikian, semakin banyak orang menahan diri dari melakukan kejahatan, semakin sedikit kejahatan yang terjadi. Dan itu adalah di antara bentuk sedekah. Itu juga merupakan suatu pertanda bahwa ajaran Islam tidak bertujuan untuk memberatkan manusia, tetapi membantu manusia. Kalau tidak sanggup bersedekah dengan yang berat, yang ringan juga boleh. Kalau tidak sanggup dengan yang besar, yang kecil pun tidak masalah. Yang penting dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah. Lagipula sedekah itu akan dikembalikan (pahalanya) kepada diri sendiri.
Dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap muslim wajib bersedekah” (HR. Imam Muslim).
Kejahatan memang sangat meresahkan. Apalagi bila sudah demikian merajalela. Namun, penting juga diingat kembali bahwa banyaknya kejahatan yang terjadi dalam masyarakat bisa menjadi pertanda sudah begitu berkurang kebiasaan kita dalam bersedekah. Sedekah bisa mengurangi dan bahkan menghapus kejahatan. Dengan kata lain, semakin banyak bersedekah, semakin sedikit kejahatan terjadi, dan bila setiap orang mau bersedekah, akan hilanglah kejahatan.
Sebagaimana ketika ditanyakan kepada Rasulullah tentang apa pendapatnya jika seseorang tidak mempunyai sesuatu untuk bersedekah yang katanya wajib bagi setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda: “Dia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia dapat bermanfaat kepada dirinya dan bersedekah”. Ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu, jika ia tidak mampu?” Rasulullah SAW bersabda: “Dia dapat membantu orang dalam keperluan mendesak.” Ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu, bila tidak mampu?” Rasulullah SAW bersabda: Dia dapat memerintahkan kebaikan. Masih ditanyakan lagi: “Apa pendapatmu jika ia tidak melakukannya?” Rasulullah SAW bersabda: “Dia dapat menahan diri dari berbuat kejahatan, karena itu adalah sedekah” (HR. Imam Muslim).
Dengan demikian, semakin banyak orang menahan diri dari melakukan kejahatan, semakin sedikit kejahatan yang terjadi. Dan itu adalah di antara bentuk sedekah. Itu juga merupakan suatu pertanda bahwa ajaran Islam tidak bertujuan untuk memberatkan manusia, tetapi membantu manusia. Kalau tidak sanggup bersedekah dengan yang berat, yang ringan juga boleh. Kalau tidak sanggup dengan yang besar, yang kecil pun tidak masalah. Yang penting dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah. Lagipula sedekah itu akan dikembalikan (pahalanya) kepada diri sendiri.
Editor : bakri
