- Mobil Patroli Polisi Dirusak Massa
- Aceh Utara Minta Rp 30 M ke Provinsi
- Penanganan Batu Jatuh ke Jalan Harus Permanen
- Tim Kementerian PU Kunjungi Simeulue
- BMKG: Tinggi Gelombang di Samudera Hindia 2,5 Meter
- Hujan Malam Sebabkan Padi Tak Berisi
- Hama Penggerek Batang Serang Tanaman Padi
- Evakuasi Jenazah Dihentikan Karena Cuaca Buruk
- MU Punya Cara Buat City Panik
- Batu Menggantung belum Disingkirkan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Cuaca yang tak menentu di wilayah Aceh akhir-akhir ini membuat hasil panen padi petani di wilayah Aceh Besar menurun dibandingkan dengan musim panen tahun sebelumnya. Banyak bulir padi yang rontok saat memasuki usia dua bulan.
Di Desa Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, misalnya, akibat kerontokan pada bulir padi, hasil panen per hektar hanya 2,5 ton sampai 3 ton setara gabah. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan hasil panen gabah mereka sebelumnya yang masih mencapai 4 ton per hektar.
"Kadang cuaca panas, tiba-tiba hujan, padahal ini musim hujan. Banyak padi yang rontok saat menjelang dewasa," kata Syamsuddin (45), petani di Lampeuneurut, Selasa (21/2/2012).
Selain itu, cuaca yang tak menentu juga mengakibatkan banyaknya serangan hama wereng. Jenis wereng yang banyak dikeluhkan petani di Darul Imarah adalah wereng cokelat. Wereng ini menyerang batang padi, yang menghambat pertumbuhan tanaman padi.
"Padi umur dua minggu sudah diserang. Sebagian hama mati kami semprot dengan insektisida, tetapi banyak wereng yang tidak langsung mati," ujar Syamsuddin.
Perubahan cuaca ini sebenarnya sudah sejak dua-tiga tahun terakhir dirasakan oleh petani setempat. Namun, untuk awal tahun ini, dampak perubahan cuaca lebih terasa.
Sejumlah petani mengungkapkan, cuaca panas kerap menghampiri pada musim hujan ini. Padahal, saat ini adalah musim tanam masa rendeng yang memerlukan suplai air hujan yang memadai, khususnya di area sawah tadah hujan, seperti banyak terlihat di daerah Aceh Besar.
"Musim sekarang banyak panas sehingga air yang tergenang menjadi panas. Akibatnya, akar batang padi banyak yang terganggu. Saat usia dua bulan, banyak buah padi yang berguguran. Selain itu, sering kali hujan juga datang bersama angin sehingga merusak batang padi," tutur Saman (41).
