Pedagang Keliling Demo Dinas Koperasi Agara
Selasa, 21 Februari 2012 16:11 WIB

ASNAWI/SERAMBI
seratusan pedagang along-along (pedagang keliling menggunakan sepeda motor) yang menjual berbagai jenis ikan, sayur mayur dan lainnya, Selasa (21/2/2012) mendemo Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(UKM).
Berita Terkait
- Massa Khuzaimah-Marhaban Demo KIP Agara
- Ketua Demokrat Nagan Dipolisikan
- Ismail Daud belum Bisa Dihubungi
- Ustad Solmed akan Pimpin Dzikir di Agara
- Lagi, Dua Pendemo di Galus Menyerah
- Mahasiswa Lampanah Demo di Bapedal Aceh
- Buru Maois, Polisi India Diserbu Lebah
- Ulama Malaysia Fatwakan Haram Demonstrasi
- Mahasiswa: Stop Tender Dermaga Sabang
- Anas Beri Teladan Buruk
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Sekitar seratusan pedagang along-along (pedagang keliling menggunakan sepeda motor) yang menjual berbagai jenis ikan, sayur mayur dan lainnya, Selasa (21/2/2012) mendemo Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Mereka protes karena tak mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp 1 juta/pedagang Pemkab Agara. Mereka menuding dalam penyaluran dana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tebang pilih dan tidak transparan. Kedatangan pendemo itu disambut oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Agara, Gani Suhud.
“Sudah setahun lalu kami dijanjikan Pemkab Agara modal usaha, tapi tak ada realisasinya, ” ujar Dedi salah seorang pedagang keliling
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Sekitar seratusan pedagang along-along (pedagang keliling menggunakan sepeda motor) yang menjual berbagai jenis ikan, sayur mayur dan lainnya, Selasa (21/2/2012) mendemo Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Mereka protes karena tak mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp 1 juta/pedagang Pemkab Agara. Mereka menuding dalam penyaluran dana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tebang pilih dan tidak transparan. Kedatangan pendemo itu disambut oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Agara, Gani Suhud.
“Sudah setahun lalu kami dijanjikan Pemkab Agara modal usaha, tapi tak ada realisasinya, ” ujar Dedi salah seorang pedagang keliling
Editor : arif
