
- Mengunduh Lagu, Mahasiswa Didenda Sekitar Rp 5,5 Miliar
- 12 Mahasiswa Tertangkap Bawa Paket Ganja
- Guru Dipaksa Beli Buku Oleh Dinas
- Wali Murid dan Guru SDN 27 Berdamai
- SD Blang Trieng Butuh Tambahan Gedung
- Cut Nyak Pimpin PEMA Unigha
- Dana Tunjangan Sertifikasi Tak Dibayar, Disdik Bohongin…
- Mendikbud Dukung Tes Urine Bagi Mahasiswa Baru
- Mendikbud Minta Sekolah Cegah Konvoi Kelulusan
- Polisi Tetapkan 15 Tersangka Tawuran
"Sekolah-sekolah nasional dan internasional memang telah memberikan, tapi yang di luar itu, apalagi di daerah belum kurang diperhatikan," ungkap Jovita Trikomandito, Konselor Pedagogi dan Perkembangan Anak.
Ia menyarankan sekolah harus lebih banyak menfasilitasi kreativitas karena hal itu akan mampu membangun kepercayaan diri siswa.
"Mereka akan cenderung lebih percaya diri dalam aktualisasi diri dan mengekspresikan emosinya. Orang kreatif cenderung lebih cerdas, cepat tanggap dan ahli dalam observasi," katanya.
Di sisi lain kesempatan untuk kreatif akan mampu mereduksi remaja untuk tidak tawuran atau perkelahian antarpelajar yang marak terjadi.
Banyak hal yang bisa dijadikan ajang memacu kreativitas, seperti bermusik atau mengambar.
"Seseorang menggambar tanpa sengaja pakai warna kesayangan atau favoritnya dalam mewarnai sehingga mereduksi stres disamping akan lebih rileks," tandasnya.
