Sumur Bor Rusak, Warga Krisis Air
Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di kompleks rumah bantuan Pemerintah Belanda di Dusun Inong Bale, Gampong Lamreh, Kabupaten Aceh Besar
Hal itu disebabkan rusaknya komponen mesin sumur bor yang dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, tahun 2009 silam. Proyek di desa yang berjarak sekitar 33 Kilometer (Km) arah Timur Laut Kota Banda Aceh, itu, dikerjakan kontraktor lokal.
Keuchik Lamreh, Dharma Ishak, Senin (20/2) mengatakan, warga korban tsunami yang menempati perumahan di punggungan Bukit Soeharto itu, setiap hari harus turun ke dusun lain dengan menempuh jarak 3-5 Km untuk mendapatkan air bersih.
“Sejak rusaknya mesin sumur bor itu, warga terpaksa mengangkut air menggunakan jeriken dari dusun lain dengan jarak yang lumayan jauh. Kami berharap pemerintah membantu perbaikan peralatan sumur bor tersebut,” ujar Dharma, kemarin.
Untuk mencari solusi terhadap permasalahan itu, pihaknya berencana menemui Anggota DPR Aceh untuk menyampaikan aspirasi warganya. Sebelumnya, persoalan warga ini pernah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Camat Masjid Raya, namun belum mendapat respons.(th)