TB Silalahi: Demokrat Tak Wajarkan Politik Uang
Selasa, 21 Februari 2012 21:44 WIB
Share |

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, TB Silalahi membantah bahwa politik uang seolah diwajarkan dalam partai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Hal ini diungkapkannya, setelah beredar kabar miring yang menerpa Demokrat mengenai politik uang, dari Diana Maringka.


Kader Demokrat asal Manado itu mengungkapkan ia mendapat dana Rp 100 juta atau 10.000 dollar AS sebelum pemilihan Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.


"Siapa bilang itu wajar. Enggak ada itu. Tidak benar itu. Kami punya standar sendiri mengenai kewajaran. Soal sepuluh ribu dollar itu tidak wajar. Siapa yang bilang itu wajar. Justru itu yang kami minta buktinya saat ini dari Diana," ujar mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara itu di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (21/2/2012).


Ia mengaku tak mengetahui apakah ada orang lain di balik Diana yang ingin menyebarkan isu politik uang ini. Saat ini, kata TB Silalahi, pihaknya fokus menyelidiki keterangan Diana lebih lanjut mengenai pernyataan-pernyataannya itu.


"Beliau (Diana) ini kan dari daerah. Dia orang polos dan kami belum sampai ke situ. Kami masih akan menggali lebih dahulu," terangnya.


Soal pembagian BlackBerry kepada anggota seperti yang diungkapkan Diana, kata TB Silalahi, seharusnya juga dilaporkan ke Komisi Pengawas agar diselidiki jika terjadi pelanggaran. "Harusnya itu dilaporkan juga," pungkas TB Silalahi.


Seperti yang diketahui, Diana bukan hanya mengaku mendapat dana dari Kubu Anas Urbaningrum dalam Kongres Bandung tersebut. Kubu dari tim sukses Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng juga menggelontorkan dana saat pemilihan ketum senilai Rp 5 juta.

Editor : Boyozamy
Sumber : Kompas.com