Aceh Besar Revitalisasi 11 Pasar Tradisional
Rabu, 22 Februari 2012 10:20 WIB
Berita Terkait
- Wali Kota Janji Benahi Pasar Aceh
- Pasar Lambaro Butuh Jalan Lingkar
- Harga Emping Meulinjo di Pidie Naik
- Serangan di Pasar Ternak Tewaskan 30 Orang
- Bupati Resmikan Pasar Situlen
- Jangan Berlebihan Tanggapi Interpelasi
- John Key Temui SBY Siang Ini
- Ratusan Pedagang Demo Bupati Agara
- Dinas Imbau Pedagang Tempati Pasar
- Puluhan Kios Sekeliling Terminal Terancam Digusur
JANTHO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), mulai memfungsikan 11 pasar tradisional yang telah dibangun maupun direhabilitasi, sebagai upaya revitalisasi pasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Penggunaan fasilitas pasar di 11 kecamatan itu, ditandai dengan peresmian dan penyerahan kunci toko secara simbolis kepada pedagang, di Pasar Jantho, Aceh Besar, Selasa (21/2).
“Dari 33 pasar tradisional yang ada di Aceh, 11 di antaranya telah selesai direvitalisasi. Mudah-mudahan Bupati Aceh Besar berikutnya dapat melanjutkan program ini, demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud yang masa jabatannya berakhir 1 Maret mendatang.
Kadisperindagkop Aceh Besar, Rizal Junaedi mengungkapkan, 11 pasar yang direvitalisasi itu yakni, Pasar Lhoknga dan Keude Bieng, Pasar Keutapang, Pasar Induk Lambaro, Pasar Indrapuri, Pasar Cot Goh (Montasik), Pasar Cot Keueung, Pasar Tani Lampakuk, Pasar Seulimuem, Pasar Jantho, Pasar Keripik di Jantho, dan Pasar Leungah dan Pasar Lamteuba di Kecamatan Seulimuem.
“Revitalisasi pasar tersebut dilakukan dengan membangun baru bangunan toko dan merehab beberapa di antaranya, menggunakan dana APBN, APBK, Otsus, dan kerjasama dengan Bank Aceh serta BRI,” ujarnya.
Wakil Bupati Aceh Besar, Anwar Ahmad menambahkan, program ini masih membutuhkan penanganan strategis dari dinas terkait untuk mengelola manajemen pasar. “Karena beberapa pasar yang sudah direvitalisasi ini, manajemennya belum tertata dengan baik,” kata Anwar.(th)
Penggunaan fasilitas pasar di 11 kecamatan itu, ditandai dengan peresmian dan penyerahan kunci toko secara simbolis kepada pedagang, di Pasar Jantho, Aceh Besar, Selasa (21/2).
“Dari 33 pasar tradisional yang ada di Aceh, 11 di antaranya telah selesai direvitalisasi. Mudah-mudahan Bupati Aceh Besar berikutnya dapat melanjutkan program ini, demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud yang masa jabatannya berakhir 1 Maret mendatang.
Kadisperindagkop Aceh Besar, Rizal Junaedi mengungkapkan, 11 pasar yang direvitalisasi itu yakni, Pasar Lhoknga dan Keude Bieng, Pasar Keutapang, Pasar Induk Lambaro, Pasar Indrapuri, Pasar Cot Goh (Montasik), Pasar Cot Keueung, Pasar Tani Lampakuk, Pasar Seulimuem, Pasar Jantho, Pasar Keripik di Jantho, dan Pasar Leungah dan Pasar Lamteuba di Kecamatan Seulimuem.
“Revitalisasi pasar tersebut dilakukan dengan membangun baru bangunan toko dan merehab beberapa di antaranya, menggunakan dana APBN, APBK, Otsus, dan kerjasama dengan Bank Aceh serta BRI,” ujarnya.
Wakil Bupati Aceh Besar, Anwar Ahmad menambahkan, program ini masih membutuhkan penanganan strategis dari dinas terkait untuk mengelola manajemen pasar. “Karena beberapa pasar yang sudah direvitalisasi ini, manajemennya belum tertata dengan baik,” kata Anwar.(th)
Editor : bakri
