Kadar Nikotin Rokok Diminta untuk Diturunkan
Rabu, 22 Februari 2012 17:12 WIB

ilustrasi | net
Berita Terkait
- Delapan Bocah Satu Kelurahan Menderita Gizi Buruk
- Diabetes Bikin Anda Gampang Emosi
- Awas, Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula Membuat Anda…
- Jual Tanah Dinas Kesehatan, Pegawai Puskesmas Ditangkap
- Harga Minyak OPEC Turun
- Keracunan Daging Mentah, Seorang Warga Tewas
- Cuaca Buruk, Evakuasi Sukhoi Dilanjutkan Besok
- Rusia Kirim Dua Jet IL-76 dan Dua Heli BK-117
- Tim Investigasi Sukhoi dari Rusia Tiba Malam Ini
- Tim Medis Perlu Data "Ante Mortem" dari Keluarga Korban
SERAMBINEWS.COM - Meski pun produsen rokok kebanyakan berasal dari Amerika Serikat, namun
mayoritas penduduk di negeri paman Sam itu menghendaki agar kadar
nikotin dalam rokok diturunkan lagi. Tujuannya adalah untuk melindungi
anak-anak menjadi pecandu rokok.
Hampir dua pertiga dari sekitar 1.000 orang Amerika yang disurvei mengatakan mereka mendukung pengurangan kadar nikotin dalam rokok sampai dengan kadar yang tidak menyebabkan adiksi.
Survei tersebut melibatkan 511 responden perokok dan 518 orang bukan perokok berusia di atas 18 tahun. Hasil survei juga menunjukkan, 77 persen responden yakin pengurangan kadar nikotin itu akan mengurangi tingkat kecanduan perokok.
Pelarangan rokok juga didukung oleh 43 persen responden, termasuk 55 persen dari kelompok nonperokok dan 33 persen dari kelompok perokok.
Survei tersebut dilakukan oleh Center for Global Tobacco Control dari Harvard School of Public Health dan dimuat dalam jurnal American Journal of Public Health.
Bahaya nikotin bagi kesehatan sudah lama diketahui. Suatu yang baru adalah nikotin menduduki peringkat ke-9 di antara bahan adiktif yang berbahaya. Bahkan, lebih berbahaya dibandingkan ganja (peringkat ke-11) dan ekstasi (peringkat ke-18). Hal itu diungkapkan tim ekspert penilai zat adiktif yang dibentuk Pemerintah Inggris dan dilaporkan di majalah Lancet tahun 2007.
Di Amerika Serikat rokok dianggap sebagai penyebab utama kematian dini pada 400.000 orang setiap tahunnya dan lebih dari 3.800 remaja di sana merokok setiap hari.
Hampir dua pertiga dari sekitar 1.000 orang Amerika yang disurvei mengatakan mereka mendukung pengurangan kadar nikotin dalam rokok sampai dengan kadar yang tidak menyebabkan adiksi.
Survei tersebut melibatkan 511 responden perokok dan 518 orang bukan perokok berusia di atas 18 tahun. Hasil survei juga menunjukkan, 77 persen responden yakin pengurangan kadar nikotin itu akan mengurangi tingkat kecanduan perokok.
Pelarangan rokok juga didukung oleh 43 persen responden, termasuk 55 persen dari kelompok nonperokok dan 33 persen dari kelompok perokok.
Survei tersebut dilakukan oleh Center for Global Tobacco Control dari Harvard School of Public Health dan dimuat dalam jurnal American Journal of Public Health.
Bahaya nikotin bagi kesehatan sudah lama diketahui. Suatu yang baru adalah nikotin menduduki peringkat ke-9 di antara bahan adiktif yang berbahaya. Bahkan, lebih berbahaya dibandingkan ganja (peringkat ke-11) dan ekstasi (peringkat ke-18). Hal itu diungkapkan tim ekspert penilai zat adiktif yang dibentuk Pemerintah Inggris dan dilaporkan di majalah Lancet tahun 2007.
Di Amerika Serikat rokok dianggap sebagai penyebab utama kematian dini pada 400.000 orang setiap tahunnya dan lebih dari 3.800 remaja di sana merokok setiap hari.
Editor : mufti
Sumber : Kompas.com
